Menlu Afghanistan Era Taliban Dilaporkan Akan Kunjungi Pakistan

Rabu, November 10, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Menlu Afghanistan rezim Taliban, Amir Khan Muttaqi, saat berbicara dalam jumpa pers di Kabul beberapa waktu lalu. (Foto: AFP/HOSHANG HASHIMI)


Menteri Luar Negeri Afghanistan rezim Taliban, Amir Khan Muttaqi, dilaporkan akan mengunjungi Pakistan dalam waktu dekat.
Menurut laporan media lokal, kunjungan Muttaqi ke Islamabad dilakukan untuk memperbaiki hubungan kedua negara di era baru kepemimpinan Taliban di Afghanistan.

Jika benar terjadi, lawatan Muttaqi ke Pakistan bisa menjadi langkah awal Taliban mendapatkan pengakuan internasional terutama dari negara-negara tetangga Afghanistan.


Meski begitu, kunjungan Muttaqi nanti bukan yang pertama dilakukan pejabat Taliban ke luar negeri.

Pada 20 Oktober lalu, Muttaqi juga mengunjungi Moskow, Rusia, untuk menghadiri Konferensi Internasional Moskow soal Afghanistan. Sebelumnya, delegasi Taliban juga bertemu dengan delegasi Amerika Serikat dan Uni Eropa di Doha, Qatar.

Direktur Pusat Studi Afghanistan di Universitas Lanzhou China, Zhu Yongbiao, memprediksi kunjungan Muttaqi ke Pakistan nanti bersifat transaksional dan membicarakan isu-isu yang menjadi kekhawatiran kedua pihak.

Salah satu isu tersebut yakni peran Taliban sebagai penengah antara pemerintah Pakistan dengan kelompok milisi lokal Taliban Pakistan atau Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Akhir-akhir ini, rezim Taliban dan Pakistan memang terus menunjukkan kedekatan. Kedekatan ini berlangsung ketika pemerintah Pakistan telah mencapai kesepahaman awal dengan TTP untuk membicarakan kesepakatan perdamaian demi mengakhiri konflik antara kedua belah pihak.

Zhu mengatakan pemilihan waktu dan negara yang dikunjungi oleh pejabat Taliban ini tidak mengejutkan lantaran Pakistan dan rezim Taliban memang memiliki "hubungan khusus dan keterikatan sejarah antara keduanya.

Pakistan bahkan disebut banyak pihak bisa menjadi negara pertama yang mengakui rezim Taliban di Afghanistan.

Wakil Direktur Institut Studi Asia Selatan dari Institut Hubungan Internasional Kontemporer China, Wang Shida, menyampaikan setelah China, Rusia, Pakistan, dan negara regional lain melakukan dialog dengan negara di Timur Tengah, mereka dapat mengakui pemerintah Taliban secara kolektif ataupun independen.

Mengutip Global Times, Pakistan sendiri dinilai tak akan mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan secara sepihak. Negara itu dikabarkan akan membuat keputusan setelah melakukan konsultasi dengan beberapa negara di dalam maupun di luar regional, seperti China dan Rusia.

Taliban memang tengah mengharapkan pengakuan dari dunia internasional. Sejumlah negara masih melihat situasi dan kondisi untuk bisa memutuskan apakah akan menjalin hubungan diplomatik dengan kelompok itu atau tidak.

Beberapa pertimbangan negara internasional antara lain Taliban dikenal dengan penerapan hukum Islam interpretasi mereka yang brutal dan ketat, terutama soal hak kaum perempuan.

Tak hanya itu, Taliban juga masih belum bisa mengatasi ancaman ISIS yang kian merajalela di Afghanistan. Berkali-kali kelompok ekstremis ISIS cabang Afghanistan (ISIS-K) berhasil melancarkan serangan bom ke beberapa wilayah di negara itu hingga menewaskan ratusan orang sejak Taliban berkuasa.

Kondisi rezim Taliban juga diperparah kala miliaran dolar aset Afghanistan di luar negeri tak kunjung dicairkan di tengah krisis ekonomi dan kemanusiaan yang semakin memburuk di negara tersebut.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: