Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi: Penting Punya Hubungan Erat dengan China

Sabtu, November 13, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


 Tokyo - Menteri luar negeri baru Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan pada Kamis (11/11) bahwa penting untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil dengan China sambil menyerukan perilaku yang bertanggung jawab negara tersebut.

Sekutu setia AS, Jepang, baru-baru ini lebih blak-blakan mempertanyakan ketegasan China dalam isu-isu seperti Laut China Selatan yang disengketakan dan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, yang diklaim China sebagai wilayahnya. Demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (11/11/2021).

Pada saat yang sama, partai yang berkuasa di Jepang berencana untuk meninjau kembali postur pertahanan di tengah pembangunan militer China dan bertujuan untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan secara tajam.

Yoshimasa Hayashi, dalam konferensi pers pertamanya sebagai menteri luar negeri, menekankan pentingnya hubungan yang konstruktif dan stabil dengan China.

“Hubungan antara Jepang dan China semakin penting tidak hanya untuk kedua negara kami, tetapi untuk perdamaian dan kemakmuran kawasan dan komunitas internasional," kata Yoshimasa Hayashi.

“Kita perlu menegaskan dan meminta perilaku yang bertanggung jawab sementara pada saat yang sama, menjaga dialog dan bekerja sama secara tegas dalam tantangan bersama," katanya.

Dia tidak merinci apa yang dia maksud dengan perilaku bertanggung jawab.

Hubungan China-Jepang


Hubungan antara Jepang dan China telah terganggu selama bertahun-tahun oleh sengketa wilayah atas sekelompok pulau kecil di Laut China Timur serta warisan agresi militer Jepang di masa lalu.

Hayashi mengatakan belum waktunya untuk menetapkan tanggal kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Jepang karena pandemi COVID-19.

Kunjungan kenegaraan Xi pada awalnya dijadwalkan untuk tahun 2020 tetapi ditunda karena virus corona.

Hayashi juga mengatakan dia akan mundur sebagai ketua Liga Persahabatan Parlemen Jepang-China untuk menghindari "kesalahpahaman yang tidak perlu".

Ada keraguan di antara anggota parlemen konservatif di Partai Demokrat Liberal yang berkuasa bahwa Hayashi, sebagai kepala liga, dapat mengambil sikap tegas terhadap China, kata media.

Yuko Obuchi, mantan menteri perdagangan dan putri mantan perdana menteri Keizo Obuchi, akan mengambil alih sebagai kepala liga tersebut.


Sumber : liputan6.com

0 comments: