Misbakhun Dorong Pelaku Bisnis Turisme Tangkap Peluang Penggunaan QRIS

Rabu, November 17, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyarankan agar KPK fokus mengusut sejumlah permasalahan seperti bisnis tes PCR yang diduga melibatkan menteri kabinet Jokowi hingga kasus bansos ketimbang Formula E. “Mesti prioritaskan kasus-kasus itu. Seperti bisnis PCR, ada angka yang jelas, aktor yang diduga terlihat jelas,” kata Refly Harun, Minggu

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Minggu, 14 November 2021 - 10:16 WIB
Judul Artikel : Daripada Formula E, KPK Diminta Usut Kasus Bisnis Tes PCR
Link Artikel : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1423020-daripada-formula-e-kpk-diminta-usut-kasus-bisnis-tes-pcr
Oleh : Syahrul Ansyar

Mukhamad Misbakhun anggota Komisi XI DPR meminta pemerintah dan lembaga keuangan membantu para pelaku usaha pariwisata, termasuk yang berskala mikro, memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

 

 

Misbakhun meyakini pemanfaatan QRIS akan mempercepat pemulihan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

 

 

Hadir sebagai pembicara kunci seminar bertema ‘Bangga Wisata Indonesia: Perluasan Penggunaan QRIS untuk Pemulihan Sektor Pariwisata’ yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Selasa, Misbakhun mengatakan pemanfaatan teknologi dalam aktivitas ekonomi merupakan keniscayaan.

 

Menurut dia, BI telah meluncurkan QRIS pada Agustus 2019. Kini, pemanfaatan QRIS pun kian luas.

“Dalam perkembangan terakhir, QRIS sudah bisa digunakan orang asing yang datang ke Indonesia. Saat ini terdapat dua jasa pembayaran di luar negeri yang bekerja sama dengan jasa pembayaran lokal, sehingga ketika (turis asing) datang berwisata ke Indonesia tidak perlu menukar mata uang asingnya, tetapi langsung bisa menggunakan QRIS,” ujar Misbakhun.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu pun mendorong perluasan penggunaan QRIS di bisnis pariwisata. Dengan demikian, wisatawan lebih mudah dalam melakukan pembayaran untuk transportasi, akomodasi, tiket destinasi, pertunjukan, bahkan saat berkuliner.

 

Lebih lanjut Misbakhun menganggap QRIS sejalan dengan kebiasaan transaksi non tunai yang kian marak pada masa normal baru pandemi Covid-19.

 

 

Menurut dia, pembayaran secara non tunai tidak hanya menjamin keselamatan pelaku transaksi dari ancaman pandemi, tetapi juga lebih aman karena penjual maupun pembeli tidak perlu membawa uang fisik.

 

 

“Masifnya pembayaran nontunai di tengah masyarakat yang diaplikasikan di sektor pariwisata akan mempercepat proses pemulihan ekonomi di masa pandemi. Sebab, QRIS dapat membantu pembatasan kerumunan dan mengurangi potensi penularan Covid-19 lewat sentuhan langsung dari media uang tunai,” jelasnya.

 

 

Wakil rakyat asal Pasuruan, Jawa Timur, itu juga menganggap QRIS merupakan teknologi tepat guna. Dengan QRIS, katanya, pembeli cukup membayar sesuai harga, sedangkan penjual tak perlu menyediakan uang kembalian.

 

 

Misbakhun mengharapkan para pelaku bisnis wisata segera memanfaatkan QRIS. Dia meyakini penggunaan QRIS yang kian luas akan berkontribusi penting pada proses pemulihan ekonomi karena transaksi bisa dilakukan secara cepat tanpa terbatas ruang dan waktu.

 

 

“Maka perluasan penggunaan QRIS bagi para pedagang dan pelaku usaha di bidang pariwisata jelas menjadi keharusan, karena ini akan mendorong pemulihan sektor pariwisata dan pemulihan ekonomi secara umum,” kata Misbakhun.

 

 

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyarankan agar KPK fokus mengusut sejumlah permasalahan seperti bisnis tes PCR yang diduga melibatkan menteri kabinet Jokowi hingga kasus bansos ketimbang Formula E. “Mesti prioritaskan kasus-kasus itu. Seperti bisnis PCR, ada angka yang jelas, aktor yang diduga terlihat jelas,” kata Refly Harun, Minggu

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Minggu, 14 November 2021 - 10:16 WIB
Judul Artikel : Daripada Formula E, KPK Diminta Usut Kasus Bisnis Tes PCR
Link Artikel : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1423020-daripada-formula-e-kpk-diminta-usut-kasus-bisnis-tes-pcr
Oleh : Syahrul Ansyari

Sumber :suarasurabaya.net

0 comments: