Peringatan HKAN Pupuk Kecintaan Publik pada Alam dan Budaya

Rabu, November 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperingati puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021. Peringatan HKAN kali ini mengusung tema 'Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara: Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara'.
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno mengungkapkan tema ini diambil karena sejalan dengan strategi pengembangan pariwisata alam, yaitu menekankan pada aspek Conservation, Community and Commodity. Melalui pendekatan pada aspek-aspek tersebut, KLHK ingin masyarakat semakin mengenal alam sekaligus cinta pada budaya yang tumbuh di sekitar kawasan wisata alam tersebut.


"Inilah saatnya masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan konservasi dan budaya," ujar Wiratno dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021)


Hal ini disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono pada Pembukaan Peringatan HKAN tahun 2021 di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Pantai Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, (22/11). Peringatan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai 22-24 November 2021.

Lebih lanjut Wiratno menyampaikan dalam mengembangkan pariwisata alam, KLHK juga mengutamakan pelibatan masyarakat lokal. Adapun hal ini diharapkan dapat menciptakan pariwisata alam yang berkualitas (quality tourism) dan wellness tourism yang berkembang.

Keterlibatan masyarakat ini juga diharapkan dapat meningkatkan durasi tinggal (length of stay) wisatawan. Lalu hilirisasi industri pariwisata alam yang melibatkan banyak stakeholders dan digitalisasi UMKM dalam pemasaran dan promosi diharapkan ikut meningkat.

Menurutnya, hal ini penting untuk membangkitkan sektor pariwisata yang memiliki multiplier effects terhadap perekonomian nasional dan masyarakat, khususnya di masa pandemi.

"Pelibatan masyarakat adat perlu ditingkatkan, budaya dan kearifan lokal menjadi modal utama dalam mengatasi krisis akibat pandemi COVID-19 melalui pengembangan wisata alam," imbuh Wiratno.

Foto: dok. KLHK
Wiratno pun mencontohkan pengelolaan jasa lingkungan wisata alam di beberapa kawasan konservasi telah memberikan multiplier effects bagi masyarakat maupun pemerintah. Meskipun ada penurunan PNBP bidang pariwisata alam selama tahun 2020 akibat pandemi, namun kegiatan pariwisata alam berhasil menyerap sekitar 6.893 orang tenaga kerja setelah adanya reaktivasi obyek wisata alam di 106 TN/TWA. Bahkan, sampai Oktober 2021, jumlah tersebut telah menyetorkan PNBP sebesar Rp 35,53 miliar.

"Adanya reaktivasi obyek wisata di kawasan konservasi tentu disyukuri para pelaku industri pariwisata alam seperti pengusaha hotel, homestay, pemandu wisata, porter, penyedia jasa transportasi, penjual makanan minuman, penjual souvenir dan lainnya yang selama ini berhenti beraktivitas karena adanya penutupan kawasan. Hal ini tentunya menyebabkan ribuan masyarakat sekitar kawasan terdampak dari sisi perekonomian," jelas Wiranto.

Ia menyebut hal ini menjadi bukti tata kelola jasa lingkungan berbasis masyarakat merupakan peluang pemerintah untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kompetensi masyarakat.

"Selain itu, seiring dengan menguatnya perekonomian masyarakat, maka tekanan terhadap kawasan pun dapat berkurang. Dengan demikian, hutan lestari masyarakat sejahtera dapat terwujud," pungkasnya.

Sebagai informasi, Puncak Peringatan HKAN 2021 kali ini juga diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) bertema 'Keanekaragaman puspa dan satwa: aset dasar pemulihan ekonomi nasional'.

Adapun tema ini berkaitan dengan kegiatan peringatan HKAN, seperti penyelamatan dan perlindungan puspa dan satwa melalui pelepasliaran satwa liar dan penanaman pohon, serta pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar untuk kesejahteraan masyarakat dan penerimaan pendapatan dan devisa negara.

Peringatan Puncak HKAN 2021 ini juga menjadi Pembuka Pelaksanaan Jambore Nasional, Pameran Konservasi Alam dan Festival Taman Nasional/Taman Wisata Alam 2021. Di hari terakhir, akan diluncurkan aplikasi digital kawasan konservasi alam di Indonesia yang dapat diunduh di Play Store dan App Store. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui daftar kawasan konservasi alam di seluruh Indonesia beserta informasi cara mencapainya, hingga booking tiket dan reservasi online.

Dalam hal ini, reaktivasi obyek wisata alam di kawasan konservasi menjadi momentum penerapan reservasi yang memperhatikan penghitungan daya dukung kawasan melalui e-booking, e-ticketing secara cashless and touchless. Hal ini guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung kawasan konservasi, menghindari mass tourism, serta sebagai tindakan pencegahan penyebaran COVID-19.

Hadir dalam pembukaan Peringatan HKAN 2021, Julie Sutrisno Laiskodat Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai NasDem, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Benediktus Polo Maing, Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pramuka Pramu Risantho, serta para Kepala UPT KSDAE dari seluruh Indonesia.



Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: