Peternak India Polisikan Kerbau karena Menolak Diperah

Senin, November 22, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi kerbau. (Foto: Plixs/Public Domain)


Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang peternak dari distrik Bhind, Madhya Pradesh, India melaporkan kerbau miliknya sendiri ke polisi.

Laporan ini diajukan lantaran kerbau miliknya itu tak mau diperah dan dicurigai berada dalam pengaruh sihir.

Sebelumnya, video si peternak yang tengah meminta bantuan polisi juga sempat beredar di media sosial.

"Penduduk desa (peternak), yang diidentifikasikan sebagai Babulal jatav (45), mengajukan pengaduan di kantor polisi Nayagaon pada Sabtu (13/11), terkait kerbau miliknya yang tak mau diperah dalam beberapa hari terakhir," ujar Wakil Inspektur Polisi Arvind Shah, dikutip NDTV.


Tak hanya itu, si peternak juga mendapatkan informasi kalau kerbau miliknya juga berada dalam pengaruh sihir, kata Shah.

"Saya telah menugaskan kantor polisi terkait untuk membantu penduduk desa dengan beberapa saran dokter hewan. Si penduduk tadi kembali mengunjungi kantor polisi untuk mengucapkan terima kasih dan bercerita kalau kerbaunya sudah mau diperah pada Minggu (14/11) pagi," tambah Shah.

Mengutip Free Press Journal, si peternak tadi baru saja membeli kerbau.

Namun, kerbau yang tak mau diperah ini membuat si peternak kesal. Lantas, seorang penduduk desa kemudian menyuruh si peternak untuk meminta bantuan polisi, cerita Shah.

Kala peternak India terlihat bertengkar dengan kerbaunya karena tak mau diperah, lain kisah dengan peternak di Kanada yang justru berlomba-lomba menyelamatkan sapi mereka di tengah banjir bandang.

Para peternak itu rela menggunakan, sampan, kano, bahkan jetski untuk menyelamatkan ternaknya.

Para warga mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan ternak mereka, meski pemerintah setempat sudah memerintahkan evakuasi.

Belasan orang terlihat menggunakan tali halter dan perahu motor kecil untuk menuntun sapi-sapi yang ketakutan berenang ke wilayah yang lebih aman dan kemudian diangkut dengan trailer.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: