Turun Temurun, Bisnis Kue Tradisional Ini Raup Omzet Rp40 Juta/Bulan

Senin, November 22, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Di tengah maraknya jajanan kekinian, kue khas tradisional tak lantas kehilangan peminatnya. Bahkan, bisnis kue tradisional diketahui bisa meraup omzet hingga puluhan juta seperti yang dirasakan oleh Omah Itjip Itjip.



Pemilik Usaha Omah Itjip Itjip Kusworini mengungkap, ia bersama sang kakak telah memulai usaha ini sejak 2015 lalu. Menurutnya, bisnis ini dimulai dari hobi memasak yang dimiliki kedua bersaudara ini karena pengaruh dari sang Mama.



"Sejak kecil saya dan kakak saya sudah terbiasa membantu Mama membuat kue. Mama saya memiliki bisnis pesanan kue rumahan yang dikerjakannya sendiri. Namun seiring bertambahnya usia, tentu saja Mama tidak lagi melanjutkan usaha kuenya," kata Kusworini kepada detikcom.



Dengan mengandalkan resep turun menurun di keluarga, Kusworini bersama kakaknya pun memiliki ide untuk melanjutkan usaha sang Mama. Meski menggunakan resep asli yang telah bertahun-tahun menjadi kekhasan keluarga, ia memberi sentuhan berbeda dalam usahanya, yakni dengan melakukan rebranding kue tradisional yang dikemas dan di-branding secara lebih modern agar dapat lebih menarik pembeli.

Adapun usaha kue tradisional yang dijalankan Omah Itjip Itjip menawarkan pesanan dengan sistem pre-order. Jenis kue yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kue tradisional, makanan besar modern, dan kue kering yang khusus dibuat saat momen Lebaran.

Kusworini mengungkap dalam sebulan ia bisa meraup omzet hingga Rp40.000.000 dengan menjual produk-produk kue tradisional dan produk unggulan lainnya. Ia menambahkan, best selling product dari Omah Itjip-Itjip yang tak boleh dilewatkan cukup beragam, seperti Kue Kacang Hijau yang tampil cantik berwarna-warni, Ayam Gendut Cabut Tulang (Ayam Kodok), Meatloaf, dan Kue Lumpur.

Manisnya bisnis kue tradisional ini pun tetap dirasakan Kusworini dan keluarga meski di tengah pandemi. Bahkan, ia mengaku omzet bisnisnya naik hingga 2x lipat dari sebelumnya.

Selama pandemi, ia juga membuat strategi baru dalam berbisnis salah satunya dengan meyakinkan customer bahwa produk yang dijualnya aman dan sehat.



"Kami juga sudah memvaksinasi semua staf produksi. Selama pandemi kami sudah berinovasi membuat 4 menu kue baru. Selain itu kami juga membuat paket promo dan diskon setiap bulan khususnya untuk slow moving items," jelasnya.

Berbagai upaya inilah yang menurutnya berhasil menaikkan omzet dari Omah Itjip-Itjip. Tak hanya itu, ia pun aktif mengikuti program pengembangan bisnis untuk dapat terus mengembangkan bisnis dan meningkatkan profit. Salah satunya dengan mengikuti program 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' dari detikcom dan Kraft Heinz Food Service.

Program yang diselenggarakan untuk mendukung usaha kuliner Tanah Air agar bisa naik kelas ini diakui oleh Kusworini telah memberikan banyak ilmu baru dan cerita inspiratif dari berbagai brand kuliner besar yang membuatnya semakin bersemangat dalam mengembangkan usaha.


 

Di tengah maraknya jajanan kekinian, kue khas tradisional tak lantas kehilangan peminatnya. Bahkan, bisnis kue tradisional diketahui bisa meraup omzet hingga puluhan juta seperti yang dirasakan oleh Omah Itjip Itjip.

Pemilik Usaha Omah Itjip Itjip Kusworini mengungkap, ia bersama sang kakak telah memulai usaha ini sejak 2015 lalu. Menurutnya, bisnis ini dimulai dari hobi memasak yang dimiliki kedua bersaudara ini karena pengaruh dari sang Mama.

"Sejak kecil saya dan kakak saya sudah terbiasa membantu Mama membuat kue. Mama saya memiliki bisnis pesanan kue rumahan yang dikerjakannya sendiri. Namun seiring bertambahnya usia, tentu saja Mama tidak lagi melanjutkan usaha kuenya," kata Kusworini kepada detikcom.

Baca artikel detikfood, "Turun Temurun, Bisnis Kue Tradisional Ini Raup Omzet Rp40 Juta/Bulan" selengkapnya https://food.detik.com/berita-boga/d-5821086/turun-temurun-bisnis-kue-tradisional-ini-raup-omzet-rp40-jutabulan.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Sumber :detikfood

0 comments: