4 Faktor Pendukung Lahirnya Kuliner Indonesia, Ada Pengaruh Berbagai Budaya

Sabtu, Desember 18, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi soto mie bogor(SHUTTERSTOCK/ Ariyani Tedjo)

KOMPAS.com - Kuliner Indonesia melibatkan berbagai rempah pilihan. Hal ini tidak bisa dipisahkan dari tanah yang subur dan alam yang menyimpan berbagai kekayaan. 

Kuliner Indonesia yang begitu beragam juga didukung berbagai faktor sehingga lestari hingga kini. 

Sejarawan Universitas Padjadjaran Fadly Rahman dalam webinar "Bincang Bincang Kuliner Kegemaran Presiden RI Ke-1" pada Kamis (16/12/2021) mengatakan, terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi lahirnya kuliner Indonesia:


1. Sumber daya alam 

Fadly mengatakan, kuliner Indonesia kaya akan cita rasa karena adanya sumber daya alam yang menyediakan berbagai macam rempah dan bahan makanan. 

Alam Indonesia sangat subur sehingga menghasilkan berbagai bahan alam yang kaya manfaat. Di antaranya yaitu beras, aneka umbi-umbian, dan sagu.

Selain itu, juga ada sumber protein nabati dan hewani. Sumber protein nabati meliputi berbagai jenis tumbuhan yang dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. 

Sementara itu, sumber protein hewani diperoleh dari kekayaan darat dan laut Indonesia. Mulai dari hewan ternak dan potensi laut yang sangat kaya.

Kue panada khas Manado, sajian Restoran Rarampa di kawasan Mahakam, Jakarta.(KOMPAS/RIZA FATHONI)

2. Sejarah 

Tidak semua makanan Indonesia yang kita jumpai saat ini murni dari Tanah Air, ada juga yang berasal dari hasil asimilasi dengan budaya asing. 

Melihat dari faktor sejarah, banyaknya pendatang ke Indonesia memberi ragam warna dan perubahan pada cita rasa kuliner di Indonesia.  

Beberapa pendatang yang memberi pengaruh pada kuliner Indonesia di antaranya berasal dari Arab dan Eropa.


3. Budaya 

Masyarakat Indonesia pada masa lalu bersifat dinamis dan sangat terbuka dengan berbagai budaya yang datang. Hal ini kemudian memunculkan pertemuan antar budaya. 

"Kalau kita lihat kuliner yang sekarang merupakan hasil dari pertemuan berbagai budaya, ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi kebudayaan," jelas Fadly.


4. Ekonomi dan politik


Terkait bagaimana ketahanan dan keamanan pangan Indonesia, tentu berkaitan dengan bagaimana sistem ekonomi politik pemerintah dalam mengurus pangan. 

Fadly mengatakan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno memang menaruh perhatian pada ketahanan dan keamanan pangan bangsa. 

 "Jika pangan aman, maka kebutuhan pangan bangsa juga terjamin. Oleh karena itu dalam sejarah perjalanan bangsa, pada masa awal kemerdekaan Bung Karno itu memiliki perhatian besar dalam menjaga sektor pangan," katanya. 


Sumber : kompas.com

0 comments: