6 Negara ASEAN Deteksi Omicron Termasuk RI, Total 39 Kasus

Sabtu, Desember 18, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. (iStockphoto/yalcinsonat1)

Setidaknya enam negara ASEAN telah mendeteksi kasus Covid-19 varian Omicron. Menurut perhitungan dari berbagai laporan media, total kasus varian Omicron di blok Asia Tenggara mencapai setidaknya 39 kasus.
Sejak pertama kali ditemukan di Botswana pada pertengahan November lalu, varian Omicron menyebar dengan cepat. Kini, virus itu sudah terdeteksi di lebih dari 80 negara.

Berikut deret negara ASEAN yang sudah melaporkan kasus Omicron.


Indonesia: 1 Kasus
Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan satu kasus varian Omicron usai melakukan tes PCR rutin untuk pegawai di RSDC Wisma Atlet pada Rabu (15/12).

"Kemenkes tadi malam mendeteksi pasien inisial N terkonfirmasi Omicron pada 15 Desember 2021. Data-data sudah kami konfirmasi, dan ini sudah data sequencing Omicron," ujar Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, pada Kamis (16/12).

N merupakan pembersih di Wisma Atlet. Pada 8 Desember, sampel rutin diambil di lokasi itu untuk kemudian dikirim ke Balitbangkes guna Whole Genome Sequences (WGS).

Pihak Kemenkes menerima sampel itu pada 10 Desember. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan 3 pekerja pembersih Wisma Atlet positif Covid-19. Namun, hanya satu orang yang dilaporkan terinfeksi Omicron.

Thailand: 9 Kasus
Thailand juga mendeteksi varian Omicron pertama pada Senin (6/12) lalu.

Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Opas Karnkawinpang, mengatakan kasus terkonfirmasi yakni pria 35 tahun berkewarganegaraan AS yang sempat tinggal di Spanyol selama setahun.

Sebagaimana dilansir Thai PBS World, Direktur Jenderal Departemen Ilmu Medis, Supakit Sirilak, mengatakan bahwa total varian Omicron di Thailand sudah mencapai 9 kasus terhitung hingga Rabu (15/12). 

Semua kasus, katanya, berasal dari pengunjung asing yang tiba di negara itu. Meski demikian, ia memprediksi penularan lokal juga akan terjadi.

Kamboja: 1 Kasus
Kementerian Kesehatan Kamboja melaporkan satu kasus varian Omicron pada Selasa (14/12). Kasus itu menginfeksi perempuan berusia 23 tahun yang tengah hamil.

Filipina: 2 Kasus
Filipina mendeteksi dua kasus Covid-19 varian Omicron pada Rabu (15/12). Mereka kini menjalani isolasi di fasilitas karantina.

Manila Times melaporkan bahwa kasus itu terdeteksi dalam 48 sampel yang diurutkan oleh Pusat Genom Filipina pada Selasa (14/12).

Kementerian Kesehatan Filipina menyatakan satu kasus merupakan warga Filipina yang pulang dari Jepang. Ia tiba pada 1 Desember melalui penerbangan Philippine Airlines PR 0427.

Kasus kedua ditemukan pada seorang warga Nigeria yang tiba melalui penerbangan Oman Airlines WY 843.


Malaysia: 2 Kasus
Sejauh ini, Malaysia mencatat dua kasus Covid-19 varian Omicron.
Kasus pertama ditemukan pada 3 Desember lalu. Kasus itu ditemukan pada pelajar asing berusia 19 tahun saat sedang menjalani karantina usai mengunjungi Afrika Selatan.

Dia sempat transit di Singapura. Setibanya di Malaysia, pelajar itu dinyatakan positif Covid-19. Ia disebut tak mengalami gejala dan sudah vaksinasi.

Kasus kedua terdeteksi pada 16 Desember. Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan Omicron menginfeksi anak berusia 8 tahun yang punya riwayat bepergian ke Nigeria bersama keluarga. Mereka sempat transit di Qatar.

Ia juga sedang memverifikasi 18 kasus yang diduga varian Omicron. Hasil itu diharapkan bisa diverifikasi pada Jumat (17/12).

Singapura: 24 Kasus
Singapura menjadi negara Asia Tenggara pertama yang mengumumkan temuan Covid-19 varian Omicron pada Kamis (2/12).

Kementerian Kesehatan Singapura (MoH) mendeteksi dua kasus varian Omicron dari pasien yang baru tiba dari Johannesburg. Mereka kemudian langsung diisolasi.

Pada 9 Desember, MoH melaporkan satu lagi kasus varian Omicron. Kali ini, kasus itu menimpa perempuan lokal berusia 24 tahun yang bekerja di bandara.

Kemudian pada 16 Desember, MoH mendeteksi satu kasus Omicron pada pekerja di bandara Changi.

Sejauh ini, menurut MoH, sudah ada 24 kasus Omicron yang dikonfirmasi terdeteksi di Singapura. Sebanyak 21 di kasus impor dan tiga kasus lokal.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: