Cara Membedakan Oli Palsu dan Asli, Jangan Terlalu Percaya Bengkel

Kamis, Desember 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Oli mesin merek AHM. (Astra Honda Motor/AHM)

Terlalu percaya orang bengkel dan tak pernah mengecek langsung keaslian produk saat melakukan penggantian oli sepeda motor adalah kebiasaan yang perlu dihindari sebab saat ini bisnis pemalsuan sedang booming. Pemilik motor mesti memahami cara membedakan produk oli palsu dengan yang asli.

Pada pekan lalu kepolisian mengungkap kasus pemalsuan oli di Kalimantan Selatan dan Tangerang. Ada dua produk yang kedapatan dipalsukan tersangka yaitu Yamalube (Yamaha) dan AHM (Honda), keduanya adalah merek oli dari masing-masing produsen yang digunakan di bengkel resmi.

Kepolisian dari Banjarmasin dan Tangerang menyita sebanyak 42.972 botol oli palsu. Kasus ini tentu saja tidak bisa dianggap remeh lantaran merugikan konsumen sebab memberi dampak buruk bagi mesin motor.


Pada umumnya oli palsu merupakan pelumas bekas yang dikemas kembali seperti produk baru. Cara ini dianggap mudah buat pemalsu lantaran biaya produksinya murah, namun dapat dijual seharga produk asli.

Agar tidak tertipu dan mengalami kerugian, pemilik motor mesti menghilangkan kebiasaan tak acuh saat penggantian oli. Bertanya soal keaslian produk ke pihak bengkel penting sebagai langkah awal memastikan, selanjutnya pemilik bisa mengecek sendiri menggunakan berbagai langkah sebagai berikut:

Perhatikan tutup botol oli
Tampilan visual botol oli penting diperhatikan. Konsumen disarankan mengecek kondisi tutup botol belum rusak atau terbuka, umumnya produsen oli menciptakan kemasan dengan tutup botol sekali pakai.

Jadi jika muncul kerusakan seperti tutup sudah tidak kencang dan ada beberapa bagian penyok, maka besar kemungkinan itu kualitas oli tidak bagus atau bahkan bisa jadi palsu.

Cobalah amati apakah seal pada tutup botol tersebut sudah hilang? Jika iya kemungkinan oli tersebut palsu.

Label pada botol
Cara selanjutnya masih mengamati kemasan. Anda juga bisa melihat bagian label pada botol, jika tampak kusam, rusak, atau tidak mirip label asli maka patut dicurigai.

Demi mengejar biaya murah, pemalsu dapat memakai botol oli bekas pakai.

Ada juga praktek pemalsuan yang memanfaatkan label baru menggunakan kertas stiker murah. Tentu saja hasil cetak label tersebut banyak perbedaan dengan yang asli. Anda bisa melihat dari warna dan kualitas kertas label.

Pada label Anda juga bisa melihat stiker hologram khusus yang selalu disematkan pabrikan. Oli palsu tentu saja tidak memiliki stiker ini atau jika ada kemungkinan tidak mirip.

Nomor produksi pada kemasan
Cara membedakan oli palsu dan asli selanjutnya adalah mencermati nomor identifikasi pada kemasan botol.

Semua oli selalu memiliki nomor produksi pada kemasannya, sama seperti produk asli lainnya.

Nomor produksi ini letaknya ada dua yaitu di bagian tutup dan di badan botolnya. Kedua nomor yang dicantumkan tentu harus ada dan sama, Anda bisa mengecek terlebih dahulu dan membandingkannya.

Apabila pada tutup botol tidak ada nomor sama sekali atau memiliki nomor berbeda maka bisa dicurigai produk tersebut palsu.


Bentuk botol
Anda juga dapat memperhatikan bentuk botol, biasanya yang palsu lebih jelek karena para penjual curang biasanya membersihkan botol oli lama kemudian mengisinya dengan yang palsu.

Hal ini tentu sangat mudah dikenali karena pasti banyak bekas goresan atau penyok pada botol.

Agar Anda lebih mudah membandingkan, kenali seperti apa botol oli yang asli sehingga ketika melihat produk palsu kita bisa langsung membedakannya.

Bau serta warna oli
Pengecekan terakhir adalah dari warna serta baunya. Hal ini bisa dilakukan saat keempat ciri kemasan di atas sudah sesuai kriteria oli asli.

Ciri khas yang dapat dimiliki oli asli warnanya lebih bening dan sedikit kekuningan. Tidak ada bau aneh yang keluar dari oli, bahkan beberapa ada yang menyatakan lebih wangi.

Sedangkan oli palsu baunya gosong dengan warna yang keruh.

Oli palsu memanfaatkan oli bekas yang warnanya sudah keruh bahkan cenderung menghitam. Biasanya akan disaring kemudian dioplos dengan zat lainnya untuk membuat warnanya lebih bening.

Meskipun sudah dicampur dengan bahan apapun, oli bekas tidak akan pulih warnanya seperti oli baru. Jadi Anda bisa langsung mengenalinya jika melihat cairan olinya, mengutip keterangan Suzuki Indonesia.

Itulah sederet cara membedakan oli palsu dan asli sebelum menentukan mana oli yang hendak digunakan. Disarankan untuk tetap mewaspadaiadanya oli palsu.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: