Disiram Air Keras Oleh Mantan, Perempuan Ini Kena Hujat karena Tetap Mau Dinikahi

Kamis, Desember 30, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Disiram Air Keras Oleh Mantan, Perempuan Ini Kena Hujat karena Tetap Mau Dinikahi

Suara.com - Seorang perempuan Turki baru-baru ini memicu perdebatan online setelah menikahi mantan pacarnya yang merusak wajahnya dengan air keras dan hampir membutakannya setelah putus cinta.

Awalnya, seperti dilansir Oddity Central, pasangan Berfin Ozek dan Casim Ozan Celtik telah berkencan selama beberapa waktu, tetapi, setelah pertengkaran sengit, mereka berpisah. Namun, secara tak terduga, Casim memiliki pikiran egois.

Menurutnya, jika dia tak bisa mendapatkan Berfin, maka tak boleh ada satu lelaki pun yang juga menjalin hubungan dengan perempuan 20 tahun tersebut. Maka, lelaki tersebut menyerang manyan kekasihnya itu dengan menyiramkan air keras ke wajahnya.

Tentu saja, zat kimia tersebut membuat perempuan malang itu cacat, hampir sepenuhnya buta di satu mata, dan sangat kesakitan. 

Ilustrasi air keras (Shutterstock)

Setelah selamat dari serangan pengecut Casim, perempuan itu pun sempat melaporkannya ke polisi dan membuatnya ditangkap. Namun, lelaki 23 tahun itu mulai membombardirnya dengan pesan, meminta pengampunan dan mengakui cintanya pada Berfin. 

Percaya atau tidak, Berfin benar-benar menyerah pada permohonan mantan kekasihnya itu dan pada satu titik memutuskan untuk menarik laporannya. Entah bagaimana, ia memutuskan memaafkan penyerangnya dan kembali jatuh cinta padanya, lalu menerima lamaran pernikahannya.

“Saya tidak nyaman dengan dia berada di antara empat dinding di sana. Kami telah menulis banyak surat satu sama lain. Saya telah memberikan diri saya kepadanya. Saya sangat mencintainya, dia sangat mencintai saya,” tulis perempuan muda itu di media sosial.

Keputusan Berfin untuk mencabut laporannya, tentu memungkinkan mantan pacar itu bebas dari hukuman atas kejahatannya. Hingga menarik banyak kritik dari masyarakat, dan dia akhirnya menulis bahwa dia telah menyadari bahwa dia salah dan bertanya kepada pengacaranya untuk mengembalikan keluhan.

Padahal, saat itu, pengadilan di provinsi Hatay, Turki, memvonis Casim dengan 13 setengah tahun penjara. Namun, ia dibebaskan dengan masa percobaan setelah menjalani hukuman di bawah dua tahun penjara. 

Dia pun melamar Berfin segera setelah dia dibebaskan, dan pasangan ini dengan cepat menetapkan tanggal dan mengikat simpul pernikahan di awal bulan ini.

"Dia menikah tanpa sepengetahuan kita. Saya telah berjuang untuknya selama bertahun-tahun, dan sekarang semua ini sia-sia,” kata ayah Berfin, Yasar Ozek, kepada wartawan Turki.

Menyusul protes publik atas pembebasan Casim dari penjara, pengacara Ramazan Erdogan mengklarifikasi bahwa secara teknis dia hanya cuti, dan masih harus menjalani sisa hukumannya di penjara terbuka.

"Mengingat masa penahanannya, dia berhak pergi ke penjara terbuka setelah menyelesaikan waktu yang dia habiskan di penjara tertutup,” kata Erdogan.

"Namun, karena pandemi, narapidana dianggap cuti dari penjara terbuka hingga 31 Mei 2022. Pembebasan terdakwa tidak ada hubungannya dengan pernikahannya dengan Berfin. Keputusan sudah final. Jika bukan karena pandemi, dia akan terus menjalani hukumannya di penjara terbuka," jelas pengacara itu lagi.

Keputusan Berfin untuk menikahi lelaki yang menyebabkan begitu banyak rasa sakit fisik dan emosional telah membuat seluruh negaranya terkejut, dengan beberapa mengungkapkan kekecewaan mereka padanya dan bahkan meramalkan pernikahan yang singkat dan tidak bahagia.

"Pengampunannya seharusnya tidak mencegahnya dihukum. Sangat disayangkan, saya harap tidak, tetapi pernikahan ini akan berakhir dalam satu atau dua bulan, dan perempuan malang itu akan tetap dengan kebrutalan yang dia alami," komentar seorang warganet.


Sumber : suara

0 comments: