Mahasiswa Berbagai Daerah Membatik Kebhinekaan Nusantara di Kudus, Begini Suasananya

Selasa, Desember 28, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Baca artikel deKudus - Belasan mahasiswa membatik bertajuk tentang kebhinekaan nusantara jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kudus, Jawa Tengah. Mereka membatik latar belakang berbagai macam budaya lokal.

Satu di antara belasan mahasiswa itu adalah I Wayan Mutia Dewi. Mahasiswa dari Universitas Udayana, Bali ini membatik di Muria Batik Kudus, Jumat (24/12).

Mutia membatik dengan belasan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Dia mengaku membatik beragam tempat ibadah di Indonesia. Mutia pun mengaku saat membatik membutuhkan kesabaran.

"Saat membatik sabar dan tekun, kita tidak sabar hasil tidak sesuai dengan yang kita kerjakan. Tadi membatik berbagai tempat ibadah, simbol persatuan, meski berbeda-beda maupun tetap satu juga," terang Mutia kepada wartawan ditemui di lokasi, Jumat (24/12/2021).

Belasan mahasiswa sedang membatik tentang kebhinekaan nusantara di Kudus, Jumat (24/12/2021). (Foto : Dian Utoro Aji/detikcom) Foto: Dian Utoro Aji

Dia menjelaskan dengan membatik dapat mengenal berbagai budaya di Indonesia. Terutama di Kudus. Mutia mengaku terkesan dengan berbagai budaya yang ada di Kudus.

"Pada kegiatan membatik ini, kami jadi mengenal kegiatan dan budaya di Kudus. Kesannya luar biasa. Saya mendapatkan budaya baru, budaya di Indonesia sangat luas. Kita belajar bersama, kita juga belajar toleransi," sambung dia.


Pemilik Batik Muria, Yuli mengatakan para mahasiswa dari berbagai latar belakang dan wilayah ini antusias mengikuti membatik tentang kebhinekaan nusantara. Mereka diajari membatik Menara Kudus, masjid, gereja, vihara, hingga burung garuda.

"Motif yang dibatik memperkenalkan beragam nusantara di Kudus ada Menara Kudus, dan mewakili lima agama ada masjid, vihara, ada dari candi, dan juga ada gereja. Jadi juga ada burung garuda," kata Yuli ditemui di lokasi siang ini.

membatik terkait dengan tema toleransi," pungkas dia.

"Mahasiswa ini belum mengenal batik, mereka sangat antusias mereka meneruskan kembali selain di Jawa," sambungnya.

Kesempatan yang sama Dosen Pembimbing Universitas Muria Kudus (UMK), Syaiful Muzid ada sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai universitas termasuk UMK yang mengikuti kegiatan membatik tersebut. Menurutnya belasan mahasiswa diajari tentang membatik kebudayaan lokal dan toleransi.

"Hari ada 12 mahasiswa mengikuti modul nusantara. Hari ini kita belajar tentang membatik dengan istilahnya dengan kebudayaan lokal dan toleransi," jelas Muzid ditemui di lokasi siang ini.

"Kenapa Muria Batik karena di sini mengembangkan beberapa konsep desain dari batiknya lokal wisdom, seperti Menara Kudus, Parijoto dan lainnya," sambung dia.

Muzid menuturkan para mahasiswa ini juga berbagai latar belakang suku dan agama. "Jadi hari ini mereka diajari bagaimana proses membatik terkait dengan tema toleransi," pungkas dia.

"Mahasiswa ini belum mengenal batik, mereka sangat antusias mereka meneruskan kembali selain di Jawa," sambungnya.

Kesempatan yang sama Dosen Pembimbing Universitas Muria Kudus (UMK), Syaiful Muzid ada sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai universitas termasuk UMK yang mengikuti kegiatan membatik tersebut. Menurutnya belasan mahasiswa diajari tentang membatik kebudayaan lokal dan toleransi.

"Hari ada 12 mahasiswa mengikuti modul nusantara. Hari ini kita belajar tentang membatik dengan istilahnya dengan kebudayaan lokal dan toleransi," jelas Muzid ditemui di lokasi siang ini.

"Kenapa Muria Batik karena di sini mengembangkan beberapa konsep desain dari batiknya lokal wisdom, seperti Menara Kudus, Parijoto dan lainnya," sambung dia.

Muzid menuturkan para mahasiswa ini juga berbagai latar belakang suku dan agama. "Jadi hari ini mereka diajari bagaimana proses membatik terkait dengan tema toleransi," pungkas dia.


Sumber : detik.com

0 comments: