Mengenal Tradisi dan Kebiasaan Orang Betawi yang Unik

Selasa, Desember 28, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi orang Betawi Foto: Pemprov DKI Jakarta


Betawi merupakan suku yang paling banyak menghuni kota Jakarta. Betawi juga termasuk suku tertua di Indonesia yang memiliki hubungan persaudaraan sangat erat.

Meski terbilang tua, sebenarnya suku Betawi merupakan perpaduan dari berbagai kelompok etnis yang sudah lebih dulu tinggal di Jakarta. Sebut saja orang Sunda, Arab, Jawa, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa.
Karena perpaduan tersebut, warga Betawi memiki budaya dan adat istiadat yang berbeda dari suku lain. Dikutip dari jurnal berjudul Kebertahanan Identitas Etnis Betawi Condet di Tengah Perubahan karya Fitri Rizkiyah, orang Betawi juga memiliki kebiasaan unik.
Misalnya cara bicaranya yang blak-blakan. Tapi, masih banyak keunikan lain dari masyarakat Betawi yang mungkin tidak banyak orang tahu. Apa saja?

Kebiasaan Orang Betawi

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut kebiasaan orang Betawi selengkapnya yang menarik untuk disimak:
Ilustrasi kebiasaan orang Betawi. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

1. Terbiasa ceplas ceplos dan nyablak

Nyablak menjadi kata pertama yang muncul ketika membicarakan orang Betawi. Gaya bicara ini sudah menjadi kebiasaan yang diwariskan secara turun menurun oleh para pendahulu.
Orang Betawi cenderung tidak menyukai basa-basi. Ketika membicarakan sesuatu, mereka akan berbicara dengan apa adanya dan terkesan ceplas-ceplos atau berterus terang.
2. Terbiasa Nyorog ketika bulan Ramadhan
Tradisi Nyorog biasa dilakukan orang Betawi ketika hendak memasuki bulan Ramadhan. Mengutip buku Indonesia Punya Cerita oleh Yusuf dan Toet, tradisi ini bertujuan untuk menjaga ikatan tali silaturahmi antarsaudara.
Dalam tradisi Nyorog, masyarakat Betawi membagikan bingkisan makanan kepada bapak/ibu, mertua, paman/bibi, kakek/nenek, kakak/adik, dan lain-lain. Ini menjadi kebiasaan yang sudah diwariskan secara turun menurun.
Walaupun tradisi Nyorog mulai pudar, tetapi kebiasan mengirim bingkisan sampai sekarang masih sering dilakukan. Bingkisan yang diberikan biasanya berupa bahan makanan seperti daging kerbau, ikan bandeng, kopi, susu, gula, sinup, dan lain-lain.

3. Tradisi Nyambat
Tradisi Nyambat dilakukan untuk mengajak orang lain bergotong-royong melakukan suatu pekerjaan. Misalnya, ketika ingin membangun rumah, memperbaiki jalan, dan lain-lain. Tradisi ini diketahui masih eksis hingga saat ini.
4. Tidak suka merantau
Jika orang Minang dan Jawa terkenal dengan kebiasaan merantau, tidak dengan masyarakat Betawi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti kemapanan ekonomi dan rasa kekeluargaan yang erat.
Orang Betawi lebih suka bekerja dan menjalankan aktivitas di wilayah sendiri. Ini didukung dengan status Jakarta yang menjadi pusat perekonomian dan industri Indonesia.
5. Menyukai pantun dan pencak silat
Salah satu kebiasaan yang sering kita lihat ada pada orang Betawi adalah suka berpantun dan pandai pencak silat. Seni bela diri ini menjadi sebuah kebiasaan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.
Sumber : kumparan.com

0 comments: