Negara-negara Besar di Asia yang Masih Menerapkan Hukuman Mati

Senin, Desember 20, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Meskipun menuai banyak kontroversi, banyak negara yang masih menerapkan hukuman mati sebagai metode penanganan kriminalitas. Bahkan, di antara negara-negara yang masih menerapkan hukuman mati, beberapa merupakan negara besar.

Dilansir dari worldpopulationreview.org, berikut adalah negara-negara besar di Asia yang masih menerapkan hukuman mati:

1. Cina

Cina merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Selain itu, Cina kini juga dikenal sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Terlepas dari dua fakta besar tersebut, Cina ternyata merupakan salah satu negara yang masih memberlakukan hukuman mati.

Dilansir dari amnesty.org, Cina merupakan negara yang paling banyak melakukan eksekusi mati di dunia pada 2020. Lebih dari 1000 orang diperkirakan dieksekusi tiap tahunnya di Cina.

2. Jepang

Negara tetangga Cina ini juga menjadi deretan negara besar yang masih menerapkan hukuman mati. Hukuman mati di Jepang bersifat tertutup. Bahkan, pelaku kejahatan yang divonis mati dan keluarganya pun tidak diberi tahu sama sekali mengenai jadwal pelaksanaan hukuman mati.

Otoritas di Jepang akan melakukan hukuman mati secara mendadak dan baru menginformasikan setelah tervonis mati dieksekusi. Adapun, Jepang hanya memiliki satu metode hukuman mati, yakni hukuman gantung.

3. Korea Selatan

Hingga kini sebanyak 61 orang telah terdaftar sebagai deretan pelaku kejahatan yang tervonis mati di Korea Selatan. Sejak eksekusi mati terakhir terjadi pada 1997, sebanyak 10 pelaku kejahatan yang divonis mati telah tewas terlebih dahulu karena bunuh diri atau terkena penyakit. Hal tersebut membuat Korea Selatan menjadi salah satu negara yang masih menerapkan hukuman mati.

Metode hukuman yang diterapkan di Korea Selatan sama seperti Jepang, yakni hukuman gantung. Meskipun demikian, Korea Selatan memiliki metode khusus, yakni diberondong peluru, yang khusus diperuntukkan oleh pelaku kejahatan yang menyerang unsur militer Korea Selatan.






Sumber : tempo.com

0 comments: