Pohon Natal Unik di Gereja Banyuwangi Terbuat dari Sembako

Senin, Desember 27, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pohon Natal di Gereja Katolik Maria Ratu Damai di Banyuwangi terbuat dari 300-an liter minyak goreng. Foto: Dok. Istimewa

Berbeda dari pohon Natal sebagaimana umumnya, pohon Natal di sebuah gereja di Banyuwangi memiliki keunikan tersendiri.

Biasanya, pohon Natal terbuat dari pohon cemara. Namun, pohon Natal di Gereja Katolik Maria Ratu Damai justru terbuat dari 300-an liter minyak goreng dalam kemasan berbagai ukuran.
Tak hanya itu, sekitar satu ton beras, mi instan, serta kopi dan susu saset, juga dijadikan dekorasi gerbang masuk dekat pohon Natal.
Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Maria Ratu Damai Banyuwangi, Arnoldus Yansen, mengatakan, penggunaan sembako sebagai dekorasi Natal sudah disepakati jemaat.
Pihaknya menilai sembako memiliki manfaat lebih besar, tak hanya berfungsi sebagai dekorasi penghias semata. Namun, setelah perayaan Natal sembako tersebut akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.
"Kami melihat sembako ini tidak ada mubazir atau tidak bermanfaat. Semua orang membutuhkan, tukang sapu, tukang parkir, semua akan mau," kata Yansen, Jumat (24/12).

Pohon Natal di Gereja Katolik Maria Ratu Damai di Banyuwangi terbuat dari 300-an liter minyak goreng. Foto: Dok. Istimewa

Hal itu bersamaan dengan kondisi harga minyak goreng yang dilaporkan naik seminggu sekali akhir tahun ini.

Dia menjelaskan, selepas perayaan Natal dan tahun baru kali ini, sembako akan dibagikan kepada jemaat yang tak mampu, tetangga gereja, tukang parkir dan tukang sapu di tepi jalan.
Hal itu menjadi bentuk kepedulian gereja dan jemaat pada masyarakat dalam kondisi yang belum lepas dari pandemi COVID-19.
"Kalau bunga-bunga itu habis nggak ada manfaatnya kan. Dan setahu saya yang menggunakan sembako untuk dekorasi Natal masih cukup jarang," kata Yansen lagi.
Mengenai Misa Malam Natal, pihaknya membagi 900 orang jemaat dalam 2 kali penyelenggaraan Misa.
Balita dan lansia yang sedang sakit dilarang mengikuti Misa Natal. Digelar juga Misa Natal khusus lansia pada Senin (27/12).
Jemaat yang mengikuti ibadah di dalam gereja harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah disusun panitia, seperti wajib mengenakan masker. Sejak dari rumah hingga pulang lagi ke rumah, masker tidak boleh dilepas.

"Datang mereka harus punya vaksin. Yang sudah ikut Misa Natal malam, tidak boleh ikut Misa Pagi. Jadi nanti diabsen di depan," kata Yansen.


Sumber : kumparan.com

0 comments: