Sedekah Bumi, Cara Warga di Kuningan Jaga Tradisi Leluhur Sebagai Budaya Lokal

Kamis, Desember 30, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Wakil Bupati Kuningan, HM Ridho Suganda SH MSi saat menghadiri acara sedekah bumi di Desa Padarek, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Jabar. (Andri)


Ciremaitoday.com, Kuningan – Sebagian masyarakat di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih melakukan tradisi sedekah bumi sebagai warisan budaya dan adat peninggalan leluhur terdahulu. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat yang sudah berlangsung secara turun temurun.

Sedekah bumi ditujukan sebagai wujud rasa syukur warga, atas pemberian rejeki berupa segala bentuk hasil bumi seperti pertanian. Misalnya saja yang dilakukan warga di Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan.
Kepala Desa Padarek, Yoyo Supriadiningrat dalam keterangan persnya, Minggu (26/12/2021), mengatakan, acara sedekah bumi merupakan agenda tahunan yang rutin digelar menjelang musim tanam padi. Sedekah bumi menjadi tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dari nenek moyang selama puluhan tahun.
“Tradisi sedekah bumi ini salah satu peninggalan leluhur, dalam rangka mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan YME berupa hasil pertanian. Sekaligus sebagai upaya kami, dalam menjalin silaturahmi di antara masyarakat Desa Padarek,” ucapnya.
Dirinya berharap, tradisi sedekah bumi dapat terus dilestarikan masyarakat, karena salah satu budaya lokal peninggalan leluhur.

“Tradisi ini sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda tentang budaya lokal yang ada. Yang memang syarat dengan unsur-unsur kegotong-royongan, persatuan dan rasa syukur,” imbuhnya.
Sementara Wakil Bupati Kuningan, HM Ridho Suganda berkesempatan hadir mengikuti acara sedekah bumi. Menurut Wabup Ridho, momen ini hendaknya dijadikan ruang untuk lebih menjaga dan melestarikan alam.

“Alhamdulillah pagi ini saya bisa hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT. Semoga doa kita dikabulkan dengan diberikan hasil pertanian yang melimpah,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, sebagian lahan di Kabupaten Kuningan didominasi oleh hutan dan pertanian. Lebih dari separuh lahan yang ada di Kabupaten Kuningan merupakan lahan pertanian produktif.
“Artinya, lahan di Kabupaten Kuningan berpotensi menjadi sumber penghidupan masyarakat,” tukasnya.

Melihat hal tersebut, Ia meyakini, Kabupaten Kuningan bisa menjadi sentra pangan. Apalagi lahan pertanian yang ada dapat dikelola dengan baik.
“Salah satu cita-cita terbesar saya, adalah menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai sentra pangan di Jawa Barat. Untuk itu saya berharap, masyarakat dapat mengelola lahan pertanian dengan baik. Anak-anak muda juga jangan malu untuk menjadi petani, karena profesi sebagai petani adalah profesi yang sangat mulia dan menjanjikan,” ujarnya.
Selain pertanian, Wabup Ridho meminta, agar warga tetap mempertahankan kelestarian alam dan lingkungan. Sebab alam merupakan sumber kehidupan bagi manusia.
“Pemerintah daerah telah berkomitmen menjadikan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi. Untuk itu, mari kita pertahankan konservasi dan pertanian sebagai sumber kehidupan kita semua,” pungkasnya.(*)


Sumber : kumparan.com

0 comments: