Suasana Natal di Saudi yang Kini Lebih Terbuka, Ornamen Dijual Beba

Senin, Desember 27, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Suasana Natal di Saudi yang Kini Lebih Terbuka (Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE)

Perayaan Natal di Arab Saudi kali ini jauh lebih semarak. Meningkatnya jumlah turis asing dan ekspatriat yang tiba di Arab Saudi, tren keterbukaan dan toleransi yang lebih baik memang kini jadi agenda penting reformasi Kerajaan.
Masyarakat yang hendak merayakan Natal kini tak perlu khawatir. Dalam beberapa tahun terakhir, perayaan Natal di Arab Saudi jadi lebih terbuka dengan pajangan serba-serbi bertema Natal yang menghiasi etalase toko.

Seorang wanita berbelanja ornamen Natal di sebuah toko di Riyadh, Arab Saudi Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE

Salah satu yang merasakan perbedaan Natal di Arab Saudi adalah Sydney Turnbull, seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang telah tinggal di Arab Saudi selama tujuh tahun. Dia mengatakan kepada Arab News bahwa ketika dia pertama kali tiba, Natal adalah hari libur yang dirayakan secara ketat dan tertutup.


"Anda mendengar cerita tentang orang yang menyelundupkan pohon Natal dan merayakannya secara pribadi, tetapi Anda tidak pernah melihat dekorasi atau lampu warna-warni di luar seperti yang Anda lakukan di Amerika Serikat," katanya, seperti dilansir Arab News, Minggu (26/12/2021).

Namun Natal dalam beberapa tahun terakhir jauh lebih terbuka. "Tahun ini, khususnya, mungkin merupakan tampilan Natal yang paling umum," kata Turnbull.

"Dari melihat kafe dan restoran berubah menjadi negeri ajaib musim dingin, manusia salju berhiaskan permata, dekorasi, dan ornamen untuk dijual, dan Starbucks menawarkan minuman liburan dalam cangkir bertema liburan Natal, yang sama dengan yang dimiliki teman dan keluarga saya di rumah.

"Saya sempat ragu dan terkesima saat melihat Bateel (kafe dan restoran lokal) sekarang menawarkan kalender adven. Kemarin, saya menerima email dari restoran top di Riyadh yang menawarkan perayaan Malam Tahun Baru. Ini tidak akan pernah terdengar beberapa tahun yang lalu." ceritanya.

Hal senada juga disampaikan Enrico Catania, seorang warga Italia berusia 35 tahun di Jeddah. Dia mengatakan perayaan tahun ini akan sedikit berbeda karena pandemi COVID-19 dan pembatasan perjalanan yang diakibatkannya. Namun keterbukaan yang berkembang saat perayaan Natal di Arab Saudi membuatnya merasa lebih betah.

"Saya akan mengatakan meskipun secara umum, dan dalam beberapa waktu terakhir, kesadaran dan penerimaan kebiasaan budaya seperti itu meningkat meskipun ada perbedaan budaya," tambahnya.

Turnbull juga memperhatikan lebih banyak ekspatriat yang secara terbuka merayakan liburan di Arab Saudi kali ini.

"Rekan-rekan saya di Saudi bahkan memberi saya hadiah Natal, sikap yang sangat baik dan bijaksana, dan hanya contoh lain betapa hangat dan ramahnya orang-orang di sini."

Rodolfo Negro, 26, warga Jeddah Italia, mengatakan dia merencanakan pertemuan keluarga kecil tahun ini. Kini dia lebih mudah menjumpai penjual dekorasi Natal di Saudi.

"Perayaan Natal tidak berubah seperti yang kita rayakan di rumah seperti biasanya," kata Negro.

"Saya harus mengatakan bahwa ada lebih banyak dekorasi Natal di sekitar kota, dan mereka menjual dekorasi lebih terbuka daripada sebelumnya. Sayangnya, stoknya habis, artinya banyak orang yang membeli dekorasinya. Jadi, saya percaya lebih banyak non-Kristen mulai merayakannya," lanjutnya.

Diketahui Kerajaan Arab Saudi sangat ingin mendorong budaya toleransi. Hal ini dilakukan untuk menghargai nilai perbedaan dan keragaman.

Kini Kerajaan telah memberikan perhatian besar untuk mendorong koeksistensi, penerimaan, dan asimilasi budaya asing di masyarakat, sehingga pengunjung dan ekspatriat tidak dikecualikan atau dipaksa untuk mengikuti kebiasaan yang bukan miliknya.


Sumber : detik.com

0 comments: