Tren Pariwisata Dunia yang Diprediksi Booming pada 2022

Jumat, Desember 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Jakarta - Seperti sektor lain, pariwisata dunia juga beradaptasi dengan pandemi. Lajunya masih naik-turun, menyesuaikan dengan regulasi penanganan COVID-19 yang bisa berbeda antara satu negara dengan yang lain.

Menebus waktu-waktu perjalanan yang jauh berkurang sejak tahun lalu, agenda perjalanan diprediksi melonjak dengan cara yang menarik tahun depan, dari wellness trip hingga wisata balas dendam. Mengutip City Nomads, Rabu, 22 Desember 2021, berikut sederet prediksi tren pariwisata dunia tahun 2022.


Wisata Balas Dendam

Pandemi telah membuat sekian banyak orang melewatkan perayaan, ulang tahun, bulan madu, atau semata waktu bersantai di tempat baru. Para ahli memperkirakan keinginan wisatawan untuk berbelanja secara loyal muncul dalam tren wisata balas dendam.

Ini termasuk upgrade kamar, paket wisata mewah, maupun pengalaman bersantap. Expedia menjuluki ini sebagai pola pikir "Greatest of All Trips."

Tidak Lagi Pergi Dekat Rumah

Perjalanan jarak jauh diperkirakan akan comeback tahun depan. Kerumitan tes PCR dan aturan karantina akan dianggap sebagai bagian dari perjalanan yang sudah tidak terlalu asing.

Pasalnya, persyaratan itu juga telah diterapkan selama tahun ini. Setelah berdiam diri begitu lama, sensasi terbang ke tujuan jauh jadi salah satu yang kembali dinanti tidak sedikit turis asing.


Wellness Trip

Wellness trip telah jadi sangat identik dengan yoga dan spa, tapi bagi orang-orang yang mencari penyembuhan spiritual, tren alternatif sedang meningkat. Topiknya seputar ayahuasca dan magic mushroom retreat, retret yang berpusat di sekitar perjalanan penemuan diri dan terapi melalui psikedelik nabati.

Stres di masa pandemi disebut butuh diseimbangkan dengan "dosis kesehatan spiritual" yang kemungkinan akan jadi lebih dicari daripada sebelumnya. Dengan pandangan arus utama tentang psikedelik yang bergeser untuk memahami potensi terapeutik, permintaan untuk retret semacam itu telah menjamur dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data Bridge Market Research, pasar psikedelik diproyeksikan melonjak dari 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2019 jadi 6,9 miliar dolar AS pada 2027. Tujuan retret psikedelik termasuk Kosta Rika, Belanda, dan Peru, di mana para peserta biasanya dapat mengambil bagian dalam meditasi, yoga, dan program lain di tengah alam yang rimbun.


Menggabungkan Perjalanan Bisnis dan Liburan

Gagasan menjelajahi dunia sambil bekerja dari jarak jauh kini ada dalam jangkauan pelancong dunia. Bisnis juga tidak lambat untuk mengikuti tren. Blueground, sebuah startup yang menyewakan apartemen berperabotan lengkap di 15 kota di seluruh dunia, baru-baru ini meluncurkan Blueground Pass.

Pass ini memberikan kebebasan bagi para digital nomad untuk berpindah di antara koleksi apartemen mereka yang berjumlah empat ribu unit, semuanya hanya dalam satu sewa induk. Sementara itu, tidak sedikit jaringan hotel mewah memanfaatkan tren tempat kerja dengan meluncurkan paket kerja-dari-hotel, yang dirancang untuk memadukan bisnis dan liburan.

Naik Daunnya Wisata Berkelanjutan

Kesadaran lingkungan telah tumbuh selama dekade terakhir, dan perjalanan berkelanjutan akan tetap kuat tahun depan. Survei terbaru oleh raksasa teknologi perjalanan Amadeus mencatat bahwa dua pertiga wisatawan di seluruh dunia memandang perjalanan berkelanjutan sebagai prioritas.

Ini dimainkan dalam kegemaran untuk menjelajah di luar jalur. Wisatawan menghindari kota-kota besar untuk tujuan alam liar dan desa-desa, menjelajahi safari dan resor alam, serta mencari pengalaman bersantap dari pertanian lokal.


Sumber : suara

0 comments: