Unik! Rumah Ini Malah Jadi Atraksi Wisata Setelah Tertimpa Batu Raksasa

Kamis, Desember 23, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Rock in The House, tempat wisata unik di AS. Foto: Shutter Stock

"Ada hikmah di balik musibah", jadi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi pada tempat wisata unik satu ini. Bagaimana tidak? Setelah tertimpa batu besar, rumah ini ketiban berkah dan malah jadi atraksi wisata baru.


Dilansir Atlas Obscura, Rock in The House bisa disebut sebagai salah satu tempat wisata unik dan tak biasa. Ya, kehadirannya sendiri justru 'terlahir' dari kesedihan yang menimpa pemiliknya, yaitu Maxine dan Dwight Anderson.

Rock in The House, tempat wisata unik di AS. Foto: Repro Foto Kumparan

Rumah yang terletak di Fountain City, Wisconsin, Amerika Serikat (AS), tersebut kejatuhan batu besar akibat bencana alam yang terjadi pada tahun 1955. Sebuah batu besar seberat 55 ton terlepas dari tempatnya, hingga akhirnya menggelinding dan menghancurkan salah satu bagian rumah Maxine dan Dwight pada 24 April 1995.


Batu tersebut merupakan salah satu bagian dari tebing setinggi 152,4 meter (500 kaki) yang ada di atas rumah Maxine dan Dwight. Beruntungnya, pasangan suami istri yang ada di dalam rumah tersebut selamat dan tak mengalami luka sedikit pun.

Meski selamat dalam insiden itu, Maxine dan Dwight harus merelakan rumahnya hancur tertimpa batu besar tersebut. Keduanya pun memutuskan pindah dan menjual rumah tersebut.

Jadi Atraksi Wisata Anti-Mainstream


Suatu ketika, pasangan bernama John dan Frances Burt, justru berminat untuk membeli rumah tersebut dengan kondisi batu besar yang ada di dalamnya. Tapi, alih-alih memindahkan batu itu, mereka justru menjadikan rumah barunya tersebut sebagai lokasi wisata yang kini dikenal sebagai Rock in The House.
Pasangan tersebut juga menyediakan kotak sumbangan bagi wisatawan yang berkunjung. Mereka dipersilakan untuk masuk ke dalam rumah, serta melihat-lihat berbagai peninggalan yang ada di dalam rumah. Salah satu yang menarik adalah, wisatawan bisa melihat catatan tulisan tangan dari pemilik sebelumnya, yang menggambarkan peristiwa kecelakaan batu besar tersebut.
Rumah itu pun ternyata tak hanya berhasil memikat warga lokal, tetapi juga wisatawan dari Amerika Serikat dan negara lain. Selain penasaran dengan insiden tersebut, mereka juga penasaran ingin melihat batu besar setinggi dua lantai yang berhasil membelah bagian belakang rumah menjadi dua bagian.
Sayangnya, Rock in The House baru-baru ini sempat ditutup karena adanya aksi vandalisme dan juga karena pandemi. Meski begitu, wisatawan masih diizinkan untuk melihat rumah tersebut dari luar.

Sumber : kumparan.com

0 comments: