Masyarakat Batak Harus Sajikan Kopi untuk Tamu, Ini Kata Pakar Kuliner

Sabtu, Januari 08, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Ngopi sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Termasuk di Sumatera Utara, masyarakat Batak kabarnya harus menyediakan kopi untuk tamu yang datang.
Hal yang wajar jika bertamu ke rumah kerabat lalu disuguhi dengan minuman dan makanan, salah satunya kopi. Pada masyarakat suku Batak di Sumatera Utara, menyajikan kopi untuk tamu seolah menjadi satu keharusan.

Netizen pengguna akun TikTok @borujabat membagikan video yang menjelaskan bahwa di kampungnya ada tradisi menyajikan kopi untuk tamu. "Bukan orang Batak kalau tamu atau tetangga datang ke rumah gak minum kopi," kata pengguna akun bernama Sartika ini.


Masyarakat Batak Harus Sajikan Kopi untuk Tamu, Ini Kata Pakar Kuliner Foto: TikTok @borujabat

Lebih lanjut, ia juga mengatakan di rumahnya harus selalu sedia kopi dan gula minimal satu kilo untuk satu hari. "Minimal 1 hari habis 1 kilo gula sama kopi. Kalau nggak bakal malu," lanjut Sartika.

Tradisi menyediakan kopi untuk tamu sebenarnya bukan hanya dilakukan oleh masyarakat suku Batak saja. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki tradisi serupa.

Hal ini dijelaskan pakar kuliner Wira Hardiansyah. Saat dihubungi detikFood, Kamis (6/1) Wira menjelaskan kebiasaan menyuguhkan kopi untuk tamu sudah menjadi budaya di Indonesia. Hal ini semakin dipertegas dengan sifat bangsa Indonesia yang memiliki tingkat sosial tinggi.

"Pada dasarnya orang Indonesia merupakan bangsa dengan tingkat sosial yang tinggi, dimana pasti selalu ada tempat dan waktu yang diluangkan untuk bersosialisasi. Semua orang tertarik untuk mengetahui kisah kehidupan orang lain dan hampir semua hal terasa lebih menyenangkan bila dilakukan bersama," kata Wira.

Lebih lanjut Wira menjelaskan budaya menikmati kopi di Indonesia sifatnya kasual dan sosial. Orang dapat menikmati kopi bersama dalam situasi yang terbuka, hangat dan nyaman tanpa adanya praduga (dalam hal SARA) dari orang lain.

Selain menjadi suguhan saat bertamu, kopi juga semakin populer dengan menjamurnya warung kopi dan café yang menjadi tempat pertukaran informasi dalam masyarakat dan seringkali menjadi tempat berkumpulnya para kaum terpelajar yang akhirnya
merumuskan hal-hal yang baru (seperti bisnis, pengetahuan, dan lain-lain).

"Dari sini secara tidak langsung keberadaan kopi di Indonesia turut mendorong berkembangnya infrastruktur yang ada seperti rel kereta api, sistem perhubungan, dan lain-lain," lanjut Wira.

Masyarakat Batak Harus Sajikan Kopi untuk Tamu, Ini Kata Pakar Kuliner Foto: iStock

Menikmati kopi tidak membutuhkan waktu khusus, artinya orang bisa saja menikmati kopi kapanpun dan di manapun.

"Tidak ada waktu khusus untuk menikmati kopi di Indonesia, kopi dapat dinikmati di pagi hari sebagai sarapan, di siang hari sebagai penutup makanan, di sore hari sebagai pelepas penat kerja,bahkan banyak warung kopi yang baru membuka usahanya malam hari dimana kopi dihidangkan sebagai teman menikmati malam," beber Wira.


Kandungan kafein pada kopi yang terbukti memberi stamina dan energi juga kerap diandalkan sebagai teman begadang bahkan saat orang berkendara jarak jauh. Ketika disuguhkan sebagai jamuan saat bertamu, kopi menjadi teman ngobrol yang membuat suasana jadi semakin hangat.


Sumber : detik.com

0 comments: