Mengenal Lebih Dekat Berbagai Alat Musik Betawi

Jumat, Januari 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi alat musik Betawi. Foto: Foto: Yudhistira Amran/Kumparan.

Indonesia memiliki beragam kebudayaan dengan berbagai keunikan. Sebut saja tarian tradisional hingga alat musik yang menjadi ciri khas dari tiap-tiap daerah. Salah satu keunikan budaya di Indonesia dapat kita temui pada alat musik Betawi.

Alat musik Betawi kerap ditemukan dalam berbagai acara, misalnya, pada pagelaran Lenong, pertunjukan ondel-ondel, dan sebagainya. Alunan dan irama yang unik, membuat alat musik Betawi menjadi mudah diingat oleh masyarakat luas.

Mengenal Alat Musik Betawi

Menyadur dari buku berjudul Album Alat Musik Tradisional (Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat) terbitan Direktorat Jenderal Kebudayaan, keberadaan alat musik Betawi tak dapat terpisahkan dari penyelenggaraan seni pertunjukan.
Selain pada pagelaran Lenong dan Ondel-ondel, alat musik khas Betawi dapat ditemui di berbagai pertunjukan lain. Misalnya saja, Topeng Betawi atau Ronggeng Betawi, Tari Betawi, Gambang Kromong, dan Wayang Betawi.
Tiap-tiap seni pertunjukan tersebut dilengkapi dengan seperangkat alat musik sebagai pengiring pementasan. Di samping itu, sebuah pertunjukan juga disertai dengan seorang wirasuara atau penyanyi dalam karawitan (gamelan) Jawa.
Alat musik Betawi pada pertunjukan Tanjidor. Sumber: Buku Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta Kelas 5 yang ditulis oleh Sunarto, dkk.

Pada pagelaran Topeng atau ronggeng Betawi, alat musik yang digunakan terdiri dari gendang besar dan kecil, gambang, rebab, kromong, kecrek, gong saron, dan toktok. Umumnya, alat musik tersebut dimainkan oleh delapan orang atau lebih.

Khusus untuk peragaan Tari Betawi, seperangkat alat musik yang dipakai disebut dengan Sambra. Alat musik yang mendapat pengaruh dari corak musik Melayu ini didominasi dengan alat musik Barat.
Contohnya, harmonium, gendang, gitar, bas betot, dan biola. Tak hanya itu, alat musik Betawi juga memperoleh pengaruh dari kebudayaan Tiongkok, seperti tehyan, kongahyan, dan shukong.
Sedangkan pada pagelaran Wayang Betawi, alat musik yang dipakai, yakni seperangkat alat gamelan yang terdiri dari gendang, trompet, rebab, kenong, gong, ketuk, demung, dan saron.
Pertunjukan Tanjidor. Foto: Yudhistira Amran/kumparan.

Mengenal Tanjidor, Orkes Musik Khas Betawi

Selain beberapa alat musik tradisional di atas, masyarakat Betawi memiliki seni pertunjukan musik yang kaya akan nilai budaya, yakni Tanjidor. Mengutip buku Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta Kelas 5 yang disusun oleh Sunarto, dkk., musik tanjidor adalah sejenis orkes musik rakyat Betawi yang berasal dari budaya Portugis.
Menurut catatan sejarah, bangsa Portugis datang ke daerah Betawi sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16. Inilah mengapa, penamaan orkes tanjidor merupakan serapan kata berbahasa Portugis, yakni tangedor, yang berarti kelompok musik berdawai.
Adapun nilai yang terkandung dalam musik tanjidor di antaranya nilai kebersamaan dan semangat melestarikan serta mencintai kesenian rakyat Betawi. Secara umum, alat musik tanjidor dapat dikelompokkan menjadi:
  • Alat musik tiup, yang terdiri dari trombon, klarinet, dan piston.
  • Alat musik pukul, seperti tambur, bas drum, dan tenor drum.
  • Alat musik gesek, yakni tehyan.
Itulah penjelasan mengenai alat musik Betawi dan musik tanjidor yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!
Sumber : kumparan.com

0 comments: