Mengenal Luk Thep, Tradisi Merawat Boneka Arwah di Thailand yang Sedang Viral

Jumat, Januari 07, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Boneka Luk Thep yang dijual di Thailand Foto: Shutter Stock


Boneka arwah atau spirit doll tengah jadi perbincangan hangat di Indonesia. Keberadaan boneka tersebut viral setelah diadopsi beberapa artis, seperti Ivan Gunawan dan lainnya.


Boneka ini diperlakukan layaknya bayi, diberi makan dan pakaian, serta digendong layaknya anak sendiri. Meski menuai pro dan kontra, ternyata spirit doll telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari sebuah tradisi di Thailand.

Mae Ning, penjual sekaligus pelopor Luk Thep di Thailand Foto: Flickr/Jerome Taylor

Di Negeri Gajah Putih, penduduk setempat meyakini sebuah tradisi bernama Takutta Luk Thep, atau yang lebih populer dikenal sebagai Luk Thep. Dilansir Culture Trip, dalam bahasa Thailand, Luk Thep berarti Anak Malaikat.
Luk Thep diwujudkan dalam bentuk boneka plastik dengan rupa anak kecil. Rupa boneka tersebut mirip dengan anak-anak kecil berusia di bawah tiga tahun. Ukurannya beragam dengan jenis kelamin perempuan dan laki-laki, selayaknya manusia pada umumnya.
Luk Thep juga memiliki rambut yang berbeda satu dengan yang lain. Ada yang berambut lurus dan panjang dengan warna hitam, tetapi ada pula yang berwarna cokelat dan berpotongan pendek.

Boneka yang Dipercaya Bawa Keberuntungan


Masyarakat Thailand meyakini Luk Thep merupakan boneka yang dirasuki atau dihuni roh-roh pembawa keberuntungan dan kemakmuran di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, mereka yang memiliki Luk Thep akan memperlakukan boneka tersebut selayaknya bayi atau anak manusia.
Mereka diberi makanan, dipeluk, diberi pakaian yang rapi dan kekinian, hingga dirayakan pula ulang tahunnya, seperti seorang anak yang dirawat orang tuanya dengan baik. Bahkan, apabila 'orang tuanya' harus pergi bekerja, boneka-boneka itu akan dititipkan pada penitipan anak.
Di tempat penitipan anak pun, Luk Thep akan diperlakukan sebagai seorang anak, bukan sebagai mainan.


Mereka tidak akan menjadi mainan bagi anak lainnya, atau dipajang selayaknya dekorasi rumah. Luk Thep akan diperlakukan sama dengan anak-anak dalam penitipan.
Diberi makan, diajari membaca, diajak bermain dan juga tidur siang. Kok bisa? Karena Luk Thep dipercaya memiliki kekuatan magis yang mampu menarik hal-hal baik bagi pemiliknya.
Bukan hanya itu saja, Luk Thep juga diajak berbelanja, makan di restoran favorit pemiliknya, diajak jalan-jalan, hingga traveling. Jadi jangan heran, jika saat traveling di Thailand, kamu menemukan orang-orang setengah baya yang menggendong boneka sambil beraktivitas, bahkan mengajak bonekanya berbicara atau bercerita.
Maskapai Thailand, Thai Airways, bahkan mengizinkan pemilik Luk Thep membeli kursi untuk bonekanya. Para pemilik juga nantinya akan mendapat instruksi khusus dari awak kabin, bagaimana cara menjaganya apabila terjadi guncangan atau hal yang tidak diinginkan.
Begitu pula sebaliknya, pramugari akan menawari Luk Thep makanan dan memperlakukannya seperti seorang anak. Sementara itu, orang tua juga akan memberi tahu pramugari apa yang 'anak' mereka butuhkan sepanjang perjalanan.

Awal Mula Tradisi Boneka Arwah


Ada beberapa teori berbeda yang menjelaskan asal-usul Luk Thep. Sebagian ada yang mengasumsikan bahwa Luk Thep adalah versi terbaru Kuman Thong, atau janin yang meninggal sebelum dilahirkan dan disimpan oleh orang tuanya. Kuman Thong kabarnya diyakini membawa semangat anak yang telah mati tersebut.
Ada pula yang percaya bahwa Luk Thep memperlihatkan tingkat kesuburan wanita yang dianggap rendah dan diwujudkan dalam tradisi pemujaan. Sebab, biasanya pemilik Luk Thep adalah orang-orang setengah baya.
Beberapa orang lainnya meyakini bahwa pesatnya perkembangan tradisi Luk Thep terjadi, karena warga Thailand membutuhkan sesuatu yang dapat dilihat dengan jelas, sebagai pegangan saat iklim ekonomi tengah memburuk. Namun, konsensus yang dianggap paling mewakili adalah perpaduan kuat dari keyakinan Hindu, Buddha, dan tradisi pemujaan.

Mae Ning, seorang wanita asal Thailand menjadi salah satu alasan hadirnya Luk Thep. Ia merupakan seorang penjual boneka yang juga mengklaim dirinya sebagai seorang ahli ritual Hindu.
Ia meyakinkan orang-orang bahwa Luk Thep memiliki kekuatan super. Kemudian tak lama setelah pernyataan itu muncul, para biksu dan peramal pun turut ambil bagian mengadakan ritual untuk menempatkan roh-roh 'pembawa keberuntungan' tersebut dalam boneka plastik.
Mereka memercikan air suci pada boneka-boneka itu sebagai tanda pemberian berkat. Tidak heran, Luk Thep bahkan menjadi fenomena yang berkembang secara masif pada tahun 2016 lalu.
Luk Thep dijual dengan harga yang bervariasi tergantung jenis materi yang digunakan. Harganya dibanderol mulai dari 100 bath atau Rp 45 ribu, hingga 10 ribu baht atau sekitar Rp 4,5 juta per boneka.

Tren Boneka Arwah di Indonesia


Baru-baru ini, media sosial digemparkan dengan adanya fenomena adopsi boneka arwah alias spirit doll. Mulai dari Ivan Gunawan, Ruben Onsu, hingga Celine Evangelista mengadopsi boneka berbentuk bayi tersebut.
Pro-kontra mewarnai tren merawat boneka arwah tersebut. Five Vi, merupakan salah satu artis yang kontra terhadap hal tersebut.
Artis yang kini sudah hijrah tersebut buka suara soal maraknya fenomena adopsi spirit doll di kalangan selebriti. Lewat Instagram miliknya, ia menyadur tulisan ustaz Musyaffa ad Dariny Hafidzhahullah.
""Boneka Arwah" adalah boneka yang katanya sudah diisi makhluk halus, dia bisa dijadikan sebagai teman dalam kesepian, bahkan bisa diadopsi seperti anak. Orang yang membelinya, harus memberikan perhatian ekstra kepadanya, seperti: memberinya makan dan minum, menampakkan kasih sayang kepadanya, mengajaknya ngobrol, dst," tulis Five Vi di Instagram.
"Boneka ini diyakini bisa menjadikan pemilik yang merawatnya mendapatkan keberuntungan dan menyelamatkannya dari mara bahaya. Melihat hakekat ini, maka hukum "boneka arwah" ini adalah HARAM," imbuhnya.

Sumber : kumparan.com

0 comments: