Misteri Mumi Anak Sisilia, Katakomba Palermo Simpan 1.284 Jenazah yang Diawetkan

Kamis, Januari 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


PALERMO - Misteri ribuan jenazah yang diawetkan dan dipajang di Catacombs of Palermo atau Katakomba Palermo, Italia , antara tahun 1787 dan 1880, belum terungkap. Untuk langkah awal para peneliti menggunakan Sinar-X untuk memecahkan misteri ini pada mumi Anak Sisilia.

Katakomba Kapusin di Palermo di Sisilia utara menampung lebih dari seribu mumi, termasuk 163 mumi anak-anak. Para ilmuwan sedang menyelidiki mengidentifikasi dan mengungkap penyebab kematian serta kehidupan pada masa itu.

Katakomba adalah sebuah ruangan atau jalan di bawah tanah yang biasanya digunakan untuk keperluan religius. Biasanya merupakan kuburan bawah tanah yang terletak di berbagai kota Kekaisaran Roma.

Proyek baru, yang dipimpin oleh arkeolog Kirsty Squires dari Staffordshire University, akan dimulai dengan analisis 41 anak yang meninggal antara tahun 1787 dan 1880 dan yang jenazahnya berada di "kapel anak" di dalam katakombe.

“Kami akan mengambil unit X-ray portabel dan mengambil ratusan gambar anak-anak dari sudut yang berbeda. Kami berharap dapat informasi untuk memahami tentang identitas mereka, kesehatan, dan hal-hal yang bersifat budaya: cara individu dimumikan dan pakaian yang dikenakan,” kata Squires kepada Guardian dikutip SINDOnews dari laman Smithsonianmag, Kamis (13/1/2022).

Tim arkeolog akan menggunakan 14 gambar sinar-X per mumi untuk membangun profil setiap anak, mencari indikator masalah perkembangan, stres dan cedera. Sementara anak-anak dimumikan dengan pakaian lengkap, beberapa ditempatkan di buaian atau kursi. Sedikit sekali informasi yang diketahui tentang siapa mereka atau mengapa mereka tidak dimakamkan dengan yang khas ini.

Salah satu mumi anak yang sangat terkenal adalah mumi Rosalia Lombardo, yang meninggal pada usia dua tahun. Mumi Rosalia Lombardo sering disebut sebagai "mumi tercantik di dunia" karena wajah, bulu mata, dan rambutnya yang terawat baik. Diperkirakan Rosalia Lombardo meninggal karena pneumonia pada usia dua tahun pada tahun 1920.

Ritus mumifikasi disediakan untuk orang-orang kaya seperti bangsawan, kelas menengah, dan pendeta. “Jadi kami tahu bahwa mereka bukan anggota masyarakat miskin, tapi hanya itu yang kami tahu, sungguh," keterangan resmi situs Katakomba Palermo.

Katakomba Palermo dibangun pada tahun 1534, berawal dari keberadaan sebuah biara di sana. Di sana ada pemakaman umum untuk mengubur para biarawan atau warga sekitar yang meninggal. Ketika pemakaman penuh, jenazah para biarawan berjumlah 45 hendak dipindahkan ke pemakaman baru.

 Ketika hendak dipindahkan jenazah para biarawan ini terlihat masih utuh dan awet, sehingga ini dianggap sebagai keajaiban Tuhan. Akhirnya jenazah yang awet itu para biarawan memilih untuk menampilkan tubuh yang awet itu sebagai relik di relung-relung di sepanjang dinding kuburan baru.

Katakomba menarik perhatian di dunia secara lebih luas, dan para biarawan pun mulai mengizinkan umat dan masyarakat awam untuk dimakamkan di sana. Sehingga bangunan katakomba diperluas. Antara abad ke-17 dan ke-19, ribuan orang—umumnya orang kaya yang keluarganya mampu membayar sumbangan besar ke biara—dimumikan dan dipajang dalam katakomba. Katakombe tetap digunakan sampai tahun 1880.

Sumber : sindonews

0 comments: