Sering Jadi Bahan Ejekan, Jualan Pop Ice Ternyata Bisa Untung Jutaan!

Kamis, Januari 06, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Suara.com - Siapa yang tak tahu minuman pop ice? Salah satu minuman es blender ini menjadi favorit banyak kalangan. Oleh sebab itu, pop ice memiliki prospek bisnis yang bagus. Laba jualan pop ice pun bisa terhitung lumayan.

Cara menghitung laba jualan pop ice pada awalnya dihitung dengan menjumlahkan semua modal yang dibutuhkan dan harga jualnya. 

Dilansir dari berbagai sumber, untuk menjual es blender ini yang dibutuhkan bukan hanya minuman kemasan sebagai barang habis pakai.

Untuk menghitung laba jualan pop ice, pedagang juga perlu mempertimbangkan modal tetap yang menjadi peralatan kerja antara lain meja display atau gerobak, toples, blender, dan alat pres minuman. Kemudian modal berjalan ada adalah pop ice kemasan, air galon, es batu, sedotan, dan gelas plastik. 

Setelah mengetahui modal awal ini, selanjutnya kita perkirakan harga pembelian modal. Anggaplah meja display dihargai Rp1 juta, ember Rp70.000, toples Rp80.000, alat press minuman Rp800.000, dan blender Rp350.000.

Dengan demikian perkiraan modal tetap adalah senilai Rp2,3 juta. Namun, modal ini sangat fluktuatif tergantung dari lokasi atau kota tempat kamu ingin membuka usahamu. 

Selain modal tetap kamu juga perlu menaksir harga modal berjalan. Anggaplah harga bahan baku minuman sachet untuk kebutuhan sebulan Rp250.000, plastik dan sedotan Rp200.000, kemudian toping minuman Rp150.000. Dengan demikian, kebutuhan untuk modal berjalan adalah Rp600.000. 

Hitung keuntunganmu minimal dengan mematok total harga jual lebih tinggi daripada modal berjalan. Misal anggaplah satu pop Ice dihargai dengan Rp5.000. Jika sehari kamu bisa menjual 20 cup maka akan memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp100.000, dan jika dalam sebulan berjualan selama 30 hari maka keuntungan kotornya menjadi Rp3.000.000. 

Keuntungan kotor itu tinggal dikurangi dengan modal yakni Rp3.000.000 – Rp600.000 = Rp2.400.000. Keuntungan ini belum dikurangi dengan modal tetap yang bisa rusak dalam beberapa tahun dan perlu diperbaharui kembali. Namun, bagi pedagang, hitung-hitungan ini bukanlah hitungan pasti.

Pasalnya dalam situasi pasar, pendapatan bisa saja fluktuatif. Misalnya hari ini berhasil menjual 20 cup, keesokan harinya menjual 50 cup, dan lusa mungkin hanya 10 cup. Jumlah penjualan ini tentu saja akan mempengaruhi modal berjalan.

Sumber : suara.com

0 comments: