Tiga Cara Hindari Pelecehan Seksual di Dunia Maya

Kamis, Januari 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Kasus pelecehan seksual tidak hanya bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata saja. Dalam dunia maya atau secara virtual, nyatanya pelecehan seksual juga bisa terjadi.
Agar terhindar dari perlakuan tersebut, Prof. Rachmah Ida Ph.D, memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan saat masuk dalam dunia realitas maya.
Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan yakni memahami space dan budaya platform. "Sebaiknya paham betul dalam space itu karakternya seperti apa. Misalnya SimCity atau game, harus pelajari term of reference dan disclaimer-nya, jika sudah menyetujui berarti sudah terikat hukum yang dibuat oleh perusahaan pembuatnya," kata Prof. Ida, Sabtu (8/1).
Selanjutnya yaitu mengenali daerah komunitas. Menurutnya, dunia realitas maya merupakan dunia yang luas seperti dunia nyata.
Disini juga terdapat banyak daerah-daerah yang ditempati oleh komunitas tertentu. Untuk itu, perlu adanya perhatian dan pengetahuan khusus untuk menjelajah sebuah tempat. "Menjaga diri sendiri bisa dimulai dengan mengetahui tempat-tempat dimana kita bisa mengeksplor atau tidak," ungkapnya.

Ketiga adalah menyadari bahwa dunia maya berbeda dengan realita. Dalam memasuki sebuah media, ada baiknya untuk memahami budaya dan cara kerja dari platform tersebut.
Prof. Ida menyebut, bahwa setiap media memiliki budayanya sendiri, juga budaya realita dan virtual yang memiliki perbedaan budaya.
"Jika sudah bermain, pastikan kita sadar dan paham kalau dunia yang kita mainkan ini adalah dunia maya," tambahnya.
Ia mengungkap, jika banyak kejahatan maya yang terjadi karena kelalaian pengguna yang tidak dapat membedakan realita dengan dunia maya. Pengguna virtual reality yang disebutnya sebagai ghostwild tidak diketahui identitasnya.
"Karena sifatnya yang liar dan anonim, jadi kita sudah tidak tahu identitas sesungguhnya yang bermain di belakang avatar. Untuk itu sebagai pengguna, lebih baik kita membekali diri dengan pengetahuan untuk menghindari terkena adanya kejahatan di media utamanya dalam realitas maya," pungkasnya.


Sumber : kumparan.com

0 comments: