Tips Memasak: Perbedaan Kertas Lilin dan Perkamen untuk Alas Makanan

Rabu, Januari 12, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Agar tidak lengket, biasanya sebelum memasak atau memanggang makanan kita kerap melapisi dengan kertas lilin atau perkamen. Memiliki warna dan ketebalan yang sama, tak jarang membuat orang kerap tertukar dengan kedua alat bantu masak ini. Maka itu, menjadi penting untuk mengetahui perbedaan agar saat memasak kamu tak salah menggunakan keduanya.
Kedua jenis alas kertas makanan ini juga bisa digunakan dalam banyak metode memasak. Sehingga keduanya memiliki fungsi masing-masing. Misalnya, kertas lilin mudah terbakar saat dipanaskan, karena adanya lapisan lilin pada bagian luar kertas. Sehingga, kertas lilin hanya boleh digunakan dalam suhu dingin atau suhu ruang.
Di sisi lain, kertas perkamen justru cocok untuk sesuatu yang panas, membuatnya lebih fleksibel untuk digunakan dalam memasak ataupun memanggang. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan hingga tips memasak saat menggunakan kedua jenis kertas ini, yuk simak selengkapnya di bawah.

Apa itu kertas lilin untuk memasak?

Mengutip Insider, kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lapisan lilin kedelai atau parafin. Instruktur koki seni kue di the Institute of Culinary Education, Kathryn Gordon mengatakan bahwa lapisan itulah yang membuatnya tidak lengket. "Lapisan ini membuatnya tidak lengket, tetapi hanya cocok untuk suhu dingin," ujar Gordon.
Kertas lilin telah terbukti aman untuk makanan, dan akan membantu mencegah oksidasi atau bahan mengering akibat disimpan dalam freezer. Ini karena kertas lilin dapat membantu menciptakan penghalang untuk menjaga kelembapan. Diketahui, kelembapanlah yang menyebabkan oksidasi pada makanan, sehingga bisa mengubah rasa dan tekstur seiring berjalannya waktu.
Kertas lilin juga biasanya sering digunakan untuk persiapan makanan sebagai cara cepat dan sederhana sebagai alas antilengket. Perlu diketahui, bahwa menjadi penting untuk menghindari kertas lilin dari sesuatu yang panas. Sebab, sesuai namanya lapisan luar kertas ini mengandung lilin.
Menurut Gordon, ketika kertas lilin dipanaskan, lapisannya dapat dengan mudah meleleh dan terbakar, yang pada akhirnya bisa merusak piring atau barang di sekitarnya. Bahkan, menggunakannya untuk memasak dengan api kecil bisa berpotensi berbahaya karena titik leleh lilin yang rendah.
Karena tahan akan lembap, kertas lilin biasanya digunakan untuk membungkus makanan seperti sandwich. Selain itu, kertas lilin bisa untuk melapisi loyang sebelum ditempatkan dalam lemari es. Memiliki lapisan antilengket, membuat kertas ini cocok buat menggulung adonan kue karena akan memudahkan proses penggulungan. Kertas lilin juga bisa dengan mudah dibuat seperti corong untuk memudahkan proses menuang cairan atau bahan kering.

Lantas, apa bedanya dengan kertas perkamen?

Ya, seperti halnya kertas lilin, kertas perkamen juga diklaim antilengket, tahan lembap, tahan minyak, dan aman untuk makanan. Hanya saja, alas makanan yang sering disebut juga dengan kertas minyak ini lebih fleksibel karena bisa untuk memasak dan memanggang. Biasanya, kertas perkamen tersedia dalam dua warna yakni cokelat dan putih.
Kertas perkamen yang berwarna putih, atau yang melakukan proses pemutihan menggunakan klorin untuk menghasilkan warnanya. Sedangkan, kertas perkamen cokelat, tidak diolah dengan bahan kimia tambahan. Kertas perkamen cokelat inilah biasanya dijual lebih mahal, tetapi jangan khawatir, keduanya telah terbukti aman untuk makanan dan dapat digunakan secara bergantian, kok.
Selanjutnya, kertas perkamen memang aman digunakan untuk memasak atau memanggang, tetapi kertas itu juga bisa terbakar bila suhu sangat tinggi. Oleh karena itu, akan lebih baik jika tidak melebihi suhu 450 derajat Fahrenheit. Meski sering digunakan untuk memanggang kue, kertas perkamen juga bisa menjadi alas ketika memasak sayuran, daging cincang, dan menyimpan makanan.
Sumber : kumparan.com

0 comments: