4 Fakta Restoran Jiwangga yang Kini Terbengkalai dan Penuh Mistis

Senin, Februari 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



Jakarta - Semula jadi destinasi kuliner favorit, kini restoran Jiwangga di Yogyakarta tutup dan terbengkalai. Konon, ada banyak kisah mistis di sana.

Restoran Jiwangga kini tengah viral di media sosial, setelah dibahas oleh seorang YouTuber lewat channel Sang Explore. Di videonya, ia memberanikan diri masuk ke restoran yang sudah lama tutup.

Terlihat dalam videonya, restoran yang berada di Jalan Terbaik No 1, Purwomartani, Kalasan, Sleman ini ditumbuhi tumbuhan-tumbuhan hingga menjulang tinggi.

Suasananya lembab, seluruh lapisan dinding dan patung-patung yang tertinggal di sana ditumbuhi jamur. YouTuber mengatakan bahwa ia merasakan hal mistis ketika di sana.

"Aku di sini melihat bola hitam keluyuran, ya Allah. Telinga saya ada yang niup kencang sekali," ujarnya dalam video.

Sebelum terbengkalai seperti sekarang, restoran Jiwangga ini dikenal sebagai restoran favorit di Yogyakarta dengan menu makanan yang lezat.

Berikut 5 fakta restoran Jiwangga:

1. Mengusung Konsep Kerajaan Majapahit Kuno
Resto Jiwangga mengusung konsep kerajaan Majapahit kuno Foto: Instagram @jiwanggaresto
Restoran Jiwangga didirikan pada tahun 2013 dan berjalan tahun 2017. Restoran ini dibangun dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 15 miliar.

Resto ini mengusung konsep kerajaan Majapahit Kuno. Dikutip dari beberapa sumber, pemilik restoran ingin merepresentasikan masa-masa di mana kejayaan, semangat dan perjuangan di kerjaan pada saat itu.

Bangunan restoran ini didominasi dengan batu bata dan ornamen nuansa Hindu seperti patung. Ada bangunan pendopo yang terbuat dari joglo dan ornamen yang terbuat dari ukiran kayu.

2. Menawarkan Menu Nusantara
Menu yang ditawarkan oleh restoran Jiwangga merupakan menu tradisional dan masakan rumahan. Menu-menu di sana seolah memperkuat suasana di kerajaan.

Ada banyak menu yang tersedia, mulai dari bakso babat, tahu gimbal, mie goreng Jawa, petis kangkung, bakmi jawa nasi langgi, nasi tombok, tahu campur dan aneka seafood.

Harga yang ditawarkan untuk menunya pun terbilang terjangkau. Berkisar mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 110.000. Saking banyaknya menu, resto ini dijuluki 'surganya kuliner'.

3. Ada 4 Area Pengunjung
Restoran Jiwangga ini berdiri di atas tanah seluas kurang lebih satu hektar. Maka tak heran jika memiliki 4 area untuk pengunjung dengan konsep berbeda-beda.

Pertama ada pendopo yang disebut Pendopo Keraton Jiwangga yang berada di depan restoran. Bangunannya berupa joglo kuno ala kraton.

Kemudian ada terakota atau taman yang berada di bawah pendopo tersebut. Dua area lainnya berada di ujung Timur restoran yang sering dijadikan spot foto pengunjung.

4. Tutup dan Terbengkalai

Kini Restoran Jiwangga sudah lama tutup. Dikutip dari beberapa sumber, ditutupnya restoran Jiwangga dikarenakan sang pemilik restoran terlilit masalah.

Dikutip dari Solo Pos, Restoran Jiwangga diduga melakukan privatisasi air yang berada di samping aliran Kali Kuning. Setelah tutup, restoran ini dibiarkan terbengkalai.

Sumber :  detik.com

0 comments: