4 Kisah Pilu TKI : Tak Digaji, Disiksa, hingga Meninggal di Perantauan

Senin, Februari 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



KISAH miris TKI kerap terdengar. Kisah ini terutama datang dari asisten rumah tangga yang bekerja di luar negeri. Dipukul, disiksa, hingga gajinya tidak dibayarkan oleh para majikan adalah beberapa kejadia yang dialami TKI. Berikut beberapa kisah miris TKI.

1. 12 Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga dan Gaji Tak Dibayarkan Majikan

Kejadian ini menimpa perempuan bernama Diah Anggrain yang berasal dari Malang Jawa Timur. Ia berangkat ke Yordania sejak 6 Oktober 2006 melalui PT Safina Daha Jaya.

Saat bekerja di tempat majikannya, ia tak diberikan akses komunikasi dan tak mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Bahkan, gajinya pun tidak dibayar oleh majikan.

Keluarga Diah selama 12 tahun kebingungan karena hilang kontak dengannya. KBRI atau Kedutaan Besar Republik Indonesia yang menerima laporan itu pun langsung melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Dalam investigasinya pada Desember 2018, ditemukan Diah tak mengurus dokumennya sejak 2014. Selain itu, ditemukan juga bahwa tidak ada kejelasan tentang gaji serta hak-hak ketenagakerjaannya selama 12 tahun.

Diah akhirnya diputuskan untuk ditempatkan di Griya Singgah KBRI di Amman guna diperjuangkan hak-haknya. Diah juga kembali diajarkan bahasa Indonesia, lantaran ia tidak mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia.

Setelah KBRI memanggil majikan tempat Diah bekerja, sang majikan berjanji akan menyelesaikan pembayaran gaji sebesar Rp126 juta. Gajinya sebesar 2/3 pun telah dibayarkan oleh majikannya hingga tersisa 1/3 gaji lagi serta denda izin tinggal yang belum dibayar.

Terhitung mulai 10 Februari 2019 pengumuman Amnesti yang diberikan oleh Pemerintah Yordania telah diberlakukan dan akan memastikan Diah segera kembali ke Tanah Air.

2. Disiksa Majikan

Peristiwa ini terjadi di Kelana Jaya, Negara Bagian Selangor di mana seorang perempuan TKI mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari majikannya di Malaysia. Ia disiksa, diikat, dan dikunci oleh majikannya. Korban mengalami serangkaian kekerasan fisik dengan dipukul kepalanya oleh majikan pada 18 Oktober lalu. Tangannya diikat dan dikurung dalam sebuah ruangan.

Selain disiksa, diikat dan dikunci oleh majikannya, gajinya pun berbulan-bulan tak juga dibayarkan. Untungnya ia berhasil kabur dari rumah majikan dan mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur dan meminta perlindungan.

Ia pun melaporkan perbuatan majikannya itu kepada polisi. Majikannya merupakan seorang direktur institusi penegak hukum di Kelana Jaya. Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui majikan melakukan kekerasan dan dicurigai tidak memberikan gaji kepada TKI selama berbulan-bulan.

3. TKI Asal Cianjur Dibuang Majikan dan Meninggal di Arab Saudi

Seorang TKI bernama Siti Aminah yang berasal dari Cianjur diduga dibuang oleh majikannya. Ia bekerja di Al-Jouf sebagai asisten rumah tangga selama sembilan tahun. Ia dibuang di sekitar Mall Kota Riyadh, sekitar 1.200 kilometer dari Al-Jouf tempatnya bekerja. Sudah bekerja selama sembilan tahun, ia tidak menerima gaji setiap bulannya.

Selama 7 bulan, Siti sempat tinggal di KBRI untuk menunggu hak-haknya diberikan. Namun saat haknya belum juga diberikan, ia justru meninggal dan dimakamkan shelter KBRI. Pihak keluarga berharap agar kasus Siti segera diungkap dan dipenuhi hak-haknya sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

4. 8 Tahun Tak Digaji, Hanya Diberi Mi Instan

Kejadian ini dialami oleh Nuli Yustina asal Kalimantan Barat. Awalnya, ia sangat senang kerja di luar negeri karena membayangkan akan mendapatkan gaji yang cukup besar. Namun sayangnya impian tersebut pupus seketika ketika tiba di negara tujuan, Malaysia.

Ia mengaku dikunci dari luar setiap bekerja dan mulai bekerja dari subuh dan selesai tengah malam. Kejadian itu berlangsung selama delapan tahun. bukan hanya itu, ternyata ia tidak pernah mendapatkan gaji dari majikan. Sang majikan berdalih bahwa gaji tersebut dibayarkan ke agensi yang membawanya.

Karena kerap makan nasi sisa dan mi instan, Nuli sering jatuh sakit. Ia juga harus bekerja sendiri dalam mengerjakan semua pekerjaan di kedua rumah milik majikannya. Akhirnya, ketika ada kesempatan, ia kabur dari rumah majikan. Ia ditolong seorang pemuda sesama TKI, hingga kemudian menikah dengannya.

Sumber : okezone

0 comments: