6 Fakta Pasukan Merah Dayak, Calon Anggota Wajib Mandi di Tempat Angker!

Sabtu, Februari 19, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Pasukan Merah Dayak. (Foto: Antara)

 Pasukan Merah Dayak atau Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) banyak dibahas beberapa waktu belakangan. Hal itu tak lepas dari sikap tegasnya meminta polisi menindaklanjuti kasus Edy Mulyadi atas pernyataannya yang menyebut Kalimantan sebagai tempat ‘jin buang anak’.

Pasukan Merah Dayak juga meminta mantan caleg PKS itu untuk datang ke Kalimantan dan meminta maaf langsung kepada rakyat Kalimantan. Mereka juga akan memberikan Edy hukuman adat.

Berikut sejumlah fakta terkait Pasukan Merah Dayak, sebagai berikut:

1. Berkomunikasi dengan Leluhur

Peranan utama Pasukan Merah adalah membela hak masyarakat adat serta mempertahankan adat istiadat yang mulai tergerus zaman. Organisasi itu juga memiliki kemampuan berhubungan dengan leluhur suku Dayak yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

”Salah satu fokus kami adalah bagaimana adat budaya suku bangsa orang Dayak tetap dipertahankan dan dilestarikan. Maka, kami ingin banyak pemuda agar peduli terhadap warisan. Mereka dapat menggali kembali kebudayaan dan asal-usul orang Dayak,” ujar Ketua Pasukan Merah TBBR Kalteng Agus Sanang.

2. Pasukan Elite

Pasukan merah tersohor sebagai salah satu pasukan elite yang mendiami Suku Dayak. Pasukan yang baru terbentuk ini mendapat banyak antusias dari warga setempat, hingga keanggotaannya mencapai lebih dari 15.000 ribu orang. Mereka merupakan pemuda Dayak yang setia kepada Pancasila dan NKRI, serta antiradikalisme.

TBBR bahkan merupakan salah satu organisasi suku Dayak yang memiliki struktur dari Ketua DPP hingga pengurus di tingkat kecamatan.

3. Ritual Pembersihan

Usai resmi terdaftar, calon anggota akan mengikuti ritual pembersihan. Mereka akan dimandikan pengurus yang memang memiliki kemampuan di bidang spiritual, kerap disebut Mangku dan Ulu Balang. Ritual mandi itu memiliki makna, yakni agar yang bersangkutan betul-betul bersih dari berbagai hal sebelum bergabung menjadi Pasukan Merah. Ritual pemandian dilakukan di hutan belantara, biasanya berada di tempat yang dikeramatkan dan dianggap angker.

”Artinya, kalau mereka sudah dimandikan, akan bebas dari pengaruh negatif. Ibarat, jiwa dan raga mereka sudah bersih. TBBR bukan memandikan orang untuk memberikan dan menurunkan ilmu. Namun, sebagai simbol membersihkan mereka yang akan bergabung dalam Pasukan Merah." Ujar Agus.

4. Kebal

Anggota Pasukan Merah TBBR kebanyakan memiliki kelebihan dan kekuatan magis, seperti kekuatan dan kekebalan. Mereka mendapatkan kekuatan dan kekebalan itu tidak sembarangan. Kekuatan tersebut dipercaya dari Tuhan Yang Maha Kuasa serta leluhur Suku Dayak yang dipercaya masih hidup, namun kasat mata.

5. Pantangan

Tahapan bergabung menjadi anggota Pasukan Merah tak langsung bisa diterima. Terdapat persyaratan umur, kesiapan, dan kesanggupan melaksanakan peraturan organisasi serta pantangannya. Selain peraturan organisasi, mereka juga menekankan agar kemampuan sebagai Pasukan Merah tidak disalahgunakan.

"Dilarang mengonsumsi atau terlibat jaringan narkotika, tidak mengonsumsi minuman keras yang sifatnya merusak jasmani maupun rohani," jelas Agus terkait pantangan yang harus ditaati.

Selain itu, ada hal lain berkaitan dengan kemampuan magis mereka. Sejumlah daging hewan, seperti menjangan, sapi, kerbau, ular, dan anjing menjadi pantangan wajib.

6. Cinta Damai

Para anggota yang memiliki kekuatan diharap tidak menyalahgunakannya. Sebab, kekuatan itu bisa hilang karena mengingkari janji sebagai pasukan TBBR yang rendah hati, tidak mudah emosi, dan selalu berpihak kepada yang benar.

”Salah satu ajaran di Pasukan Merah TBBR ini adalah ilmu padi. Semakin berisi, maka semakin merunduk,” jelas Agus.

Sebagai organisasi yang besar, pihaknya selalu mengedepankan musyawarah mufakat. Namun, ada hal-hal tertentu yang tidak bisa mereka musyawarahkan. Pasukan Merah TBBR dengan kekuatan puluhan ribu orang harus patuh dan tunduk kepada pemimpin dan selalu siap melakukan apa pun untuk kepentingan harkat dan martabat Suku Dayak.




Sumber : okezone.com

0 comments: