Asal Usul Bisnis Keluarga Kalla, Pengusaha Ternama di Sulsel

Selasa, Februari 15, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat di temui di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (07/5). Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Jusuf Kalla adalah salah satu pengusaha besar yang sangat penting di Sulawesi Selatan dan Indonesia bagian timur. Indonesia mengenalnya sebagai mantan Wakil Presiden RI, yang dua kali terpilih lewat pemilihan langsung.

Sejarah bisnis keluarga besar Jusuf Kalla dimulai dari ayahnya, yang dulu dikenal orang sebagai Hadji Kalla. Dia naik haji ketika masih muda dan baru punya tokol. Ayah Jusuf Kalla berdagang sejak masih muda sekali, ketika belasan tahun, di daerah kelahirannya, Watampone, pusat dari Kabupaten Bone.

Ketika muda dia pernah berdagang kain sutra. Alberthiene Endah dalam Athirah (2016:60) menyebut Hadji Kalla juda sudah punya kios di Pasar Bajoe, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ketika usianya sekitar 15 tahun. Dalam Who's Who in Indonesia (1971:170) disebutkan toko itu dimiliki Kalla sejak tahun 1938

Hadji Kalla muda ketika bisnisnya belum membesar, menikahi seorang gadis bernama Athirah. Darinya Hadji Kalla beroleh anak: Nurani, Jusuf, Zohra, Saman, Ahmad, dan Suhaeli. Jadi Jusuf Kalla anak kedua dan anak tertua laki-laki. Belakangan Athirah dimadu.

Di masa keamanan Sulawesi Selatan masih terganggu oleh gerombolan Kahar Muzakkar (yang lalu ikut DI/TII), keluarga Hadji Kalla pindah dari Bone ke Makassar. Pusat dari Sulawesi Selatan itu lebih aman dari gangguan gerombolan. Di Makassar pula anak-anak Hadji Kalla merampungkan sekolah menengahnya dan ada yang kuliah di Universitas Hasanuddin.

Setelah sukses berdagang kelontong, Hadji Kalla bisa mengusahakan kendaraan umum berupa bis. Pada 1952 Hadji Kalla mendirikan perusahaan bis yang melayani angkutan antara Bone dengan Makassar, yang bernama Cahaya Bone. Perusahaan bis itu cukup dikenal di Makassar.

Hadji Kalla pada 1952 juga sudah mendirikan NV Hadji Kalla Trading Company.

Christian Pelras dalam Manusia Bugis (2006:284-391) menyebut sejak 1955 keluarga Hadji Kalla sudah menekuni bisnis tekstil. Setelah Sukarno lengser, anak laki-laki tertua Hadji Kalla tidak hanya sudah dewasa, tapi dunia bisnis Indonesia juga mulai menggeliat.

Keluarga Kalla lalu melebarkan bisnisnya ke penjualan kendaraan. Di masa setelah 1967, Jusuf Kalla sudah ikut berbisnis membantu ayahnya. Sejak 1969, Hadji Kalla menjadi penyalur penting kendaraan impor. Mereka juga mendirikan PT Makassar Raya Motor. Selain penjualan kendaraan, perusahaan konstruksi bernama Bumi Karsa juga lalu didirikan.

Era 1990-an, keluarga Kalla memiliki PT Bumi Sarana Utama yang menjadi agen aspal curah. Di bidang properti mereka mempunyai PT Baruga Asrinusa Development yang fokus membangun perumahan elite. Mereka juga mempunyai PT Kalla Inti Karsa, dan belakangan berdiri pula PT Bukaka Teknik Utama yang dipimpin Ahmad Kalla dan kawan kuliahnya Fadel Muhammad. 

Jusuf Kalla, setelah lulus dari Universitas Hasanuddin, pada 1968 sudah menjadi Direktur Utama NV Hadji Kalla dan belakangan memimpin sejumlah perusahaan keluarga. Sejak 1970-an, Jusuf Kalla termasuk pengusaha muda yang aktif di Kamar Dagang Industri (KADIN) Sulawesi Selatan.

Keluarga tak ingin menjadikan bisnisnya hanya menjadi harimau di Sulawesi Selatan saja. PT Bukaka Teknik Utama sejak awal sudah eksis di Bogor. Dan sejak 1988 keluarga Kalla punya bisnis pelayaran yang bernama Kalla Lines yang salah satu kapalnya bernama KM Athirah. Setidaknya pada 2004, Keluarga Kalla sudah memiliki 13 perusahaan besar dan sehat.

"Sejak 1995, kelompok perusahaan yang bernama Kalla Group tidak lagi sekadar mendominasi dunia usaha di Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi telah merupakan sebuah konglomerasi usaha di kawasan timur Indonesia," tulis Pelras. Bidangnya meliputi jasa transportasi, telekomunikasi, perikanan, konstruksi, properti, otomotif, perkebunan, dan lain-lain.

Sumber : cnbc

0 comments: