Balik ke Zaman Nenek, Keliling Desa Naik Gerobak Sapi di Bantul

Rabu, Februari 23, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



Bantul - Wisata keliling desa sambil menikmati hamparan sawah dengan naik gerobak sapi? Bisa banget dilakukan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sensasinya, serasa kembali ke zaman dahulu alias jadul!
Paket wisata itu dilayani oleh paguyuban gerobak sapi se-Kabupaten Bantul.

Pengelola wisata gerobak sapi Bantul Tri Iswanto mengatakan awalnya dia dan rekan-rekannya sesama pengemudi gerobak sapi atau yang disebut bajingan, kerap berkumpul 35 hari sekali tepatnya pada Minggu Pon (penanggalan Jawa) di lapangan Pedukuhan Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul. Tri menyebut tujuan berkumpulnya para bajingan untuk melestarikan keberadaan gerobak sapi.

"Gerobak kan alat transportasi tradisional, dulu pernah jaya dipakai untuk angkutan barang dan orang. Saat ini setiap Minggu Pon ada pertemuan paguyuban gerobak sapi di lapangan Jodog," kata Tri saat ditemui di Pedukuhan Jodog, Rabu (23/2/2022).

Seiring berjalannya waktu, perkumpulan tersebut menarik perhatian masyarakat yang ingin mencoba menaiki gerobak sapi.

"Saat pertemuan ternyata banyak pengunjung yang datang dan ingin naik, mulai Januari. Karena itu kami buat pengelola wisata dan ternyata antusias dari masyarakat cukup tinggi," ujarnya.

Setelah muncul pengelola wisata, pihaknya mulai membuka jasa keliling menggunakan gerobak sapi. Tri menyebut kegiatan ini mulai sejak Januari sehingga sudah dua kali ini pihaknya menyediakan jasa tersebut.

"Untuk sementara wisata gerobak sapi baru kita adakan yang reguler tiap Minggu Pon. Jumlah gerobak biasanya 30 sampai 40 se-Bantul, tapi yang jelas 20 gerobak ada setiap Minggu Pon," jelasnya.

Wisatawan diajak berkeliling pedesaan dengan start dari lapangan Jodog dan berkeliling desa setempat.

"Rutenya start dari lapangan Jodog, nanti kita berkeliling di seputaran Jodog dan Karangasem menikmati suasana dusun dan sawah dengan estimasi waktu perjalanan 25 menit. Kenapa rutenya di pedesaan? Karena saat Minggu Pon lalu lintas padat sehingga kita cari rute yang aman," katanya.

"Untuk tarif saat Minggu Pon itu Rp 70 ribu satu gerobak dan bisa dinaiki untuk 5 orang dewasa atau 7 anak-anak," lanjut Tri.

Jika ada wisatawan yang hendak berkeliling dengan menaiki gerobak sapi selain Minggu Pon, Tri mengaku bisa menyediakannya. Begitu pula untuk setiap Minggu Pon, pengunjung bisa melakukan pemesanan pada hari Sabtu.

"Sebenarnya sewaktu-waktu bisa, tapi paling tidak pesan seminggu sebelumnya melakukan pemesanan dulu di nomor 085292734404. Untuk Minggu Pon juga bisa langsung ke lokasi atau pesan dulu hari Sabtunya di nomor tadi," ujarnya.

Menurut Tri dengan memesan terlebih dahulu biasanya pengunjung atau wisatawan bisa menentukan rute sendiri. Namun kembali lagi, tarif untuk rute khusus berbeda dengan tarif untuk rute biasanya.

"Bisa memilih rute yang dituju, karena kita punya beberapa destinasi dan tarifnya menyesuaikan destinasi. Seperti budaya ikan hias, pandai besi, di sebelah selatan ada Gunung Cilik dan petilasan Gilanglipuro," katanya.

Sementara itu, pegiat pariwisata Jodog Karangasem Wisata (Jodogkarta) Eko Sutrisno Aji mengungkapkan, sebagian besar anggota paguyuban gerobak sapi di Bantul hanya menyalurkan hobinya. Namun karena banyak masyarakat yang antusias membuat pihaknya ikut serta dalam menyediakan jasa keliling menggunakan gerobak sapi tersebut.

"Kegiatan ini banyak yang sifatnya hobi, kemudian kita juga ada yang punya gerobak salah satunya untuk wisata Minggu Pon ada juga kegiatan di luar Minggu Pon tapi pesan dulu," ujarnya.

"Ke depannya untuk ngabuburit juga kita sediakan keliling pakai gerobak sapi. Selain itu ada bajak sapi juga, kemudian juga ada pembuatan atau bengkel gerobak sapi," imbuh Eko.

Sumber : detik.com

0 comments: