Heboh Nelayan Sambas Jual Ikan Tirus Rp 140 Juta, Kenapa Harganya Bisa Mahal?

Sabtu, Februari 12, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ikan Tirus dan gelembung ikan hasil tangkapan Wardi, seorang nelayan di Sambas. Foto: Dok Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Seorang nelayan, Desa Segarau Parit, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat bernama Wardi (36) tak pernah menyangka hidupnya akan berubah seketika usai menjual seekor ikan. Ia kini bisa dikatakan kaya mendadak setelah menjual Ikan Tirus seharga Rp140 juta.
Mengapa harga jualnya cukup mahal?
Kepala Dinas Perikanan Kalbar, Herti Herawaty, mengatakan ikan tirus dihargai mahal, bukan karena dagingnya, melainkan gelembung renang, yang berasal dari salah satu organ tubuh ikan tersebut. Gelembung tersebut dimanfaatkan oleh pekerja medis sebagai benang operasi.
"Jenis ikan ini memiliki gelembung yang berharga mahal. Gelembus ikan itu bahan baku benang operasi" ungkap Herti kepada Hi!Pontianak, Jumat 11 Februari 2022.
Tak hanya memiliki manfaat bagi ikan itu sendiri, gelembung renang juga memiliki manfaat untuk kesehatan manusia terutama dalam bidang medis. Bentuknya yang menyerupai balon dengan lapisan yang sangat tipis ini, digunakan sebagai benang jahit pascaoperasi atau luka, karena teksturnya yang tipis, lentur, dan kuat.
Selain itu, gelembung juga dimanfaatkan sebagai sumber kolagen, meningkatkan metabolisme tubuh, dan juga meningkatkan kecerdasan otak janin di dalam rahim ibu.
Tidak hanya itu nilai jual gelembung dipengaruhi juga oleh jenis kelamin ikannya. Beda gelembung ikan jantan dan betina, ada pada bentuk gelembung. Bila jantan, pinggirnya cenderung tipis dan tengahnya tebal. Bila betina, permukaannya cenderung tebal semua. Gelembung jantan lebih mahal harganya.
Gelembung renang dapat banyak ditemui pada ikan jenis air tawar seperti ikan jenis kakap, gulama, ikan kurau atau ikan tirus seperti yang diperoleh Wardi. Namun, ikan yang tinggal di laut dalam dan ikan yang memiliki tulang rawan seperti hiu tidak memiliki gelembung ikan.

Sumber : kumparan.com

0 comments: