Ketika Orang Muda Flores Timur Melestarikan Tarian yang Hampir Punah

Senin, Februari 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Tarian Lebe, salah satu tarian di budaya Adonara yang nyaris hilang yang dilestarikan kembali oleh sanggar seni Nuba Telo. Foto : Istimewa
LARANTUKA – Seiring perkembangan zaman, banyak sekali budaya, tradisi, ritual, tarian yang hampir mengalami kepunahan.
Atas kondisi itu, generasi muda dituntut aktif berkreativitas melestarikan budaya.
Generasi muda juga harus adaptif, kreatif, inovatif, konektif, partisipatif dan kontributif untuk menjawab tantangan perubahan dan terus berperan terhadap penguatan kemandirian ekonomi.
Sama halnya yang dilakukan oleh karang taruna Desa Pepak Geka, Kecamatan Kelubagolit, Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim).
Anton Bisa, Yano Tupen dan kawan-kawan karang taruna di desa ini fokus melestarikan warisan budaya melalui sanggar seni Nuba Telo dengan mengangkat kembali tarian-tarian budaya Adonara yang nyaris hilang ditelan perkembangan zaman, salah satunya adalah tarian Lebe.
Tarian Lebe merupakan tarian yang biasa dipentaskan saat ada tamu kehormatan yang datang dan biasanya disandingkan dengan tarian Hedung.
Orang muda yang tergabung dalam karang taruna Desa Pepageka, Adonara. Foto : Istimewa
"Tarian Lebe hampir punah ditelan jaman. Generasi muda saat ini hampir sudah tidak mengenal jenis tarian ini. Saat moment festival budaya Lamaholot, yang pernah digelar di Desa Pepak Geka, kami sengaja pentaskan pentaskan tarian ini sebagai sarana pelestarian warisan budaya," ungkap pengasuh sanggar seni Nuba Telo, Anton Bisa.
Selain tari Lebe, beberapa tarian adat yang terus dikembangkan yakni, dolo, beku, hedung, soka dan lili.
"Mereka terus dilatih, sampai mengenal lebih jauh budaya warisan leluhur dan harus terus dilestarikan," kata Anton.
Sanggar Seni Nuba Telo sendiri pernah menggelar festival budaya Lamaholot, dengan melibatkan seluruh sanggar tarian Hedung dan Sole Oha sedaratan Adonara.
"Sanggar seni Nuba Telo siap pentas dimana saja," tandasnya.
Ia berharap agar pemerintah daerah melalui dinas pariwisata dan kebudayaan, bisa memberi perhari agar tarian Lebe melalui sanggar Nuba Telo Desa Pepak Geka ini bisa kenal.
*Sarana Penyalur Bakat Kaum Muda*
Melalui sanggar seni Nuba Telo yang merupakan sanggar seni tari tradisional, para generasi muda berusaha menonjolkan kebudayaan Adonara-Lamaholot, yang dibentuk atas inisiatif orang muda Desa Pepageka.
Sanggar ini berada dalam seksi seni dan budaya Karang Taruna Nuba Telo Desa Pepageka. Sanggar ini menjadi wadah penyaluran minat bakat dan talenta orang muda desa Pepageka dalam bidang seni budaya.
Sanggar karang taruna Nuba Telo Desa Pepageka, Kecamatan Kelubagolit, Pulau Adonara. Foto : Dokumen Karang Taruna Pepageka
Sanggar seni tari ini boleh dikatakan baru karena dibentuk serentak dengan pengukuhan kepengurusan Karang Taruna Nuba Telo desa Pepageka pada 26 Desember 2021 lalu.
Sekalipun masih baru namun anggota seni tari selalu mempunyai semangat , kompak dalam berlatih. Hal ini terbukti dengan undangan yang terus berdatangan untuk tampil mengisi acara-acara di beberapa kegiatan.
Nama Nuba Telo berasal dari dua suku kata, “Nuba” dan “Telo”. Nuba Telo ini menggambarkan tiga kekuatan utuh dalam tatanan budaya Desa Pepageka dan menjadi suatu kekhasan.
Saat ini aktivitas sanggar seni tari berfokus pada tarian Hedung dan tarian Lebe. Sanggar ini rencananya akan menggali semua kekayaan seni tari lainnya untuk dikembangkan dalam bentuk aslinya maupun tarian kreasi.
"Aktivitas latihan sampai pertunjukan terus dilakukan guna mempertahankan kekayaan budaya warisan leluhur," tutup Anton.

Sumber : kumparan.com

0 comments: