Kisah Wanita Cantik Untung Rp2 Triliun dari Jualan Online

Senin, Februari 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



JAKARTA - Kisah wanita cantik berusia 35 tahun untung besar dari jualan online. Tak tanggung-tanggung, keuntungan wanita cantik ini mencapai USD141 juta atau setara Rp2,01 triliun (kurs Rp14.300 per USD) pada 2021.

Wanita ini fokus jualan online setelah berhenti dari pekerjaannya di perusahaan asuransi. Wanita 35 tahun ini bernama Tori Gerbig yang merupakan pendiri sekaligus CEO Pink Lily.

Sebelum mendirikan Pink Lily, Gerbig bekerja di perusahaan asuransi dengan pendapatan USD25.000 atau setara Rp358,6 juta per tahun.

Berawal dari hobi berselancar di internet untuk berbelanja online, dari situlah Gerbig menemukan inspirasi dan memulai bisnis sampingan dengan menjual pakaian wanita di eBay.

Awalnya Gerbig ingin membeli pakaian yang tengah tren dan terjangkau, namun tidak ada terlalu banyak pilihan saat itu. Dia menyebut menjual pakaian secara onlien merupakan hobi yang menyenangkan.

"Itulah yang memberi saya ide untuk memulai bisnis sampingan," cerita Gerbig pada saat usia 24 tahun seperti dilansir CNBC Make It, Jakarta, Senin (14/2/2022).

Kini Gerbig yang berusia 35 tahun membangun Pink Lily dengan fokus. Gerbig tidak sendirian, dia didukung sang suami Chris. "Tahun lalu, bisnis pakaian online kami menghasilkan USD141 juta dalam penjualan kotor. Dan hari ini, audiens media sosial kami telah berkembang menjadi 3,6 juta pengikut," kata Gerbig.

Dalam memulai bisnis Pink Lily di eBay, Gerbig dan suaminya berinvestasi sekira USD300 untuk membeli pakaian dan aksesori dari situs grosir. Namun, karena tidak terbiasa dengan strategi penetapan harga, Gerbig memberi harga barang sesuai dengan apa yang akan saya bayar sebagai pelanggan.

"Kami bekerja di luar ruang tamu kami, jadi kami tidak memiliki banyak overhead yang perlu dikhawatirkan kecuali biaya pengiriman," katanya.

Dengan seiringnya waktu, keuntungan Pink Lily yang didapat bervarias selama beberapa tahun pertama, tetapi Gerbig dan suaminya biasanya mampu mengantongi penghasilan mulai dari USD300 hingga USD1.000 per bulan. "Kami menggunakan uang itu untuk melunasi pinjamaan dan berinvestasi kembali ke dalam bisnis," katanya.

Pada tahun 2013, Gerbig memulai berjualan di Facebook dan memiliki pelanggan yang ditunjukkan dengan peningkatan permintaan produk Pink Lily terutama di komunitas lokal di Bowling Green, Kentucky.

Pada akhir tahun, Gerbig telah menghemat sekitar USD20.000 dari keuntungan yang digunakan untuk meluncurkan situs web resmi Pink Lily. Saat itulah bisnis benar-benar mulai booming.

Kemudian pada Mei 2014, Gerbig berhasil mencatatkan pendapatan bulanan USD100.000. Setelah tiga tahun menjalankan Pink Lily sebagai pekerjaan sampingan, akhirnya Gerbig berhenti dari pekerjaan di perusahaan asuransi. Chris bergabung dengan Gerbig beberapa bulan kemudian untuk mengawasi keuangan dan operasi perusahaan.

"Kami menutup tahun dengan pendapatan lebih dari USD4 juta," katanya.

Pada tahun 2019, total penjualan Pink Lily mencapai USD70 juta dan menerima investasi saham minoritas untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang pesat. "Saat ini, kami menjual lebih dari 11.000 produk di situs kami setiap hari, memiliki toko fisik dan, dengan 250 karyawan tetap, adalah salah satu perusahaan terbesar di Bowling Green," katanya.

Kendati sudah untung besar, Pink Lily masih suka ikut pameran dagang dan sekarang memiliki kelompok inti mitra vendor yang bekerja sama dengan untuk membuat desain khusus.

"Mendirikan Pink Lily bersama suami saya telah menjadi perjalanan seumur hidup," katanya.

Sumber : okezone

0 comments: