Kondisi Jalur Menantang Menuju Kawah Ijen, Rawan Kecelakaan

Kamis, Februari 03, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Jakarta - Keindahan blue fire atau api biru di Kawah Ijen memang tak dapat terbantahkan. Destinasi wisata yang berlokasi di Bondowoso ini berada dalam naungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Meski pesonannya yang sukses memikat wisatawan dalam dan luar negeri, namun perjalanannya begitu menantang. Tak sedikit jalur menuju Kawah Ijen yang ekstrem memakan korban karena terjadinya kecelakaan.

Dikutip dari Surabaya Liputan6.com, Rabu (2/2/2022), kecelakaan maut menuju Kawah Ijen terjadi di tikungan Sengkan Mayit Erek-erek, Selasa, 1 Februari 2022. Satu mobil Kijang yang ditumpangi satu keluarga masuk ke jurang sedalam 30 meter saat menuruni tanjakan di kawasan itu.

Kecelakaan ini menewaskan dua orang, dan dua lainnya selamat. Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Akhmad Fani Rakhim menyebut dua orang selamat telah dibawa ke Puskesmas Licin untuk mendapat pertolongan.

Sementara, dua korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Blambangan. Keluarga ini diketahui berasal dari Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi dan mereka usai berwisata ke Kali Pait.

"Keterangan dari korban selamat kunjunganya ke air terjun Kali Pait untuk mengobati salah satu keluarganya yang menderita penyakit gatal-gatal sehingga dibawa ke tempat itu untuk berendam," kata Fani.

Mobil yang ditumpangi diduga mengalami rem blong. Hal tersebut lantas membuat kendaraan tidak terkendali dan masuk jurang.

Ketika kecelakaan terjadi dua orang yang merupakan anak korban berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan kedua orangtua mereka tak dapat menyelamatkan diri, ikut terjun ke jurang dan tewas di TKP. "Seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang selamat sudah berhasil kita evakuasi," tambahnya.



Sengkan Mayit

Salah satu jalur menuju Kawah Ijen, yakni Sengkan Mayit, kerap memakan korban akibat kecelakaan. Meski tak terlalu tajam seperti tanjakan lain, namun ujung turunan ini memiliki kelok yang cukup tajam.

Selain kecelakaan yang terjadi pada 1 Februari 2022, sebelumnya kecelakaan terjadi diduga karena rem blong pada sebuah minibus berpenumpang 15 mahasiswa asal Pamekasan. Kendaraan itu melaju tak terkendali dan menabrak tebing di Sengkan Mayit, 23 Februari 2020.

Satu penumpang tewas di lokasi kejadian akibat kecelakaan tersebut. Satu korban kritis menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan karena mengalami patah tulang di bagian leher, dikutip dari program Fokus.

Kecelakaan terjadi saat minibus melintas di kawasan jalur ekstrem Sengkan Mayit usai berlibur di kawasan Gunung Ijen menuju arah Kota Banyuwangi. Kendaraan yang melaju cukup kencang hendak mendahului mobil di depannya.

Namun nahas, karena rem tak berfungsi, minibus menabrak mobil pikap dari arah berlawanan. Meski terjadi benturan, kendaraan tetap tak terkendali dan menabrak tebing jalan.



Sengkan Erek-Erek

Jalur ekstrem lain adalah Sengkan Erek-Erek yang ada di atas Sengkan Mayit. Jalur ini punya kemiringan hingga 45 derajat dan kerap terjadi kecelakaan yang memakan korban di jalur ini.

Ada pula jalur Sengkan Saleh yang berada di atas Sengkan Erek-Erek. Selain kelok yang cukup tajam, di jalur ini tak jarang terjadi kecelakaan.

Dikutip dari laman Korlantas Polri, kecelakaan tunggal terjadi di Sengkan Saleh pada 8 Desember 2021. Satu korban tewas di tempat, satu korban kritis, dan seorang bayi dalam kecelakaan selamat tanpa luka-luka.



Sumber : SUARA

0 comments: