Mau Bikin Hobi Kamu Jadi Bisnis yang Menguntungkan? Simak 3 Tips Ini

Rabu, Februari 02, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



JAKARTA, KOMPAS.com - Membangun bisnis yang berawal dari hobi memang terdengar sederhana dan menyenangkan. Pebisnis mendapatkan kemewahan untuk dapat berkreasi dan berkarya sesuai dengan hobi yang diminati. 

Kendati demikian, mendirikan dan menjalankan bisnis berbasis hobi tidak luput dari berbagai tantangan. Tidak hanya mengandalkan minat serta kreativitas, naluri bisnis yang tajam juga sangat penting agar bisnis yang ditekuni dapat menghasilkan keuntungan. 

Untuk itu, perlu strategi supaya bisnis kita bisa berjalan dengan baik dan tentunya sukses.

Nah apa saja strategi dalam membangun bisnis berbasis hobi?  Simak tips dari para praktisi bisnis yang berawal dari hobi, CEO & Co-Founder of Suwe Ora Jamu Nova Dewi dan Co-Founder of Goban Cosmetics Angel Chyntia, serta pakar industri bisnis kreatif Yoris Sebastian berikut ini. 

1. Tentukan skala prioritas dan membangun pola pikir bisnis 

CEO & Co-Founder of Suwe Ora Jamu Nova Dewi mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi ketika membangun bisnis yang berasal dari hobi adalah memposisikan diri antara hobi yang digemari dengan bisnis yang harus terus berjalan dan dikembangkan. 

Dalam menjawab tantangan tersebut, pebisnis harus mampu berpikir objektif serta beradaptasi dengan memasang mindset bahwa hobi yang digemari kini bukan lagi kegemaran pribadi, namun telah bertransformasi menjadi sebuah bisnis yang menyangkut kepentingan banyak pihak, sehingga memerlukan strategi bisnis yang matang. 

Hal ini jugalah yang dilakukan Nova Dewi dalam mengembangkan bisnisnya

“Meski Suwe Ora Jamu berdiri atas dasar kecintaan saya terhadap jamu, perjalanan kami pun tidak luput dari permasalahan bisnis. Salah satu hal yang selalu saya terapkan apabila dihadapkan pada sebuah tantangan bisnis adalah menyusun skala prioritas, mana yang memberikan dampak lebih besar pada bisnis," kata Nova Dewi dalam acara ShopeePay Talks yang diselenggarakan belum ini. 

Dia mengaku, dalam membangun skala prioritas, dirinya harus menanamkan mindset sebagai seorang pebisnis, bukan lagi sekadar penggiat hobi. "Merupakan suatu hal yang penting bagi para pebisnis dalam memasang mindset yang lebih strategis, holistik, dan berorientasi pada bisnis. 

Pendelegasian tugas juga menjadi suatu hal yang krusial ketika hobi sudah berkembang menjadi bisnis yang semakin sustainable," kata Nova. 

2. Tetap mengeksplorasi hobi untuk menghindari kejenuhan

Co-Founder of Goban Cosmetics Angel Chyntia mengatakan, tanpa adanya manajemen bisnis dan profesionalitas, bisnis yang berawal dari hobi dapat menjadi bumerang dan beban. Lebih-lebih, hobi yang awalnya menyenangkan dan mendatangkan kebahagiaan, justru bisa mengundang kejenuhan. 

Chyntia mengatakan, ketika membangun bisnisnya, dia mencoba untuk menghindari kedua hal tersebut. Terkadang dia juga menantang dirinya untuk menggali hal-hal baru yang belum pernah disentuh sebelumnya. “Goban Cosmetics selalu berusaha untuk melakukan inovasi melalui gebrakan-gebrakan yang dapat menjawab kebutuhan make up dari masyarakat dan industri beauty Indonesia. 

Melalui inovasi serta trial-and-error, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar hal baru dan mengulik lebih dalam lagi dunia kecantikan yang belum pernah ditemui sebelumnya," kata dia. " Selain dapat terus memacu semangat dan ketertarikan terhadap hobi yang telah dijalankan selama bertahun-tahun, hal ini juga sekaligus menjadi salah satu strategi pengembangan produk yang efektif. 

Tidak hanya itu, saya bersama dengan Goban Cosmetics juga selalu menekankan kolaborasi sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi hal-hal baru serta menggali inspirasi dari berbagai tokoh yang mengemban visi serupa," sambung dia.

3. Menjaga orisinalitas dan berikan sentuhan strategi marketing yang personal 

Founder of OMG Consulting & Co-Founder of Inspigo Yoris Sebastian mengatakan, bagi pebisnis, yang terpenting adalah kemampuan untuk menyelaraskan idealisme dan preferensi pribadi dengan peluang pasar yang ada.

Dia menjelaskan, mengubah hobi atau karya menjadi sebuah peluang bisnis memiliki privilesenya sendiri. 

"Penggiat hobi tentu memiliki kedekatan personal dengan produk atau karya yang dihasilkan serta industri yang digeluti, sehingga bisnis yang didirikan bisa membawa sentuhan cerita yang unik, orisinil, dan personal guna menciptakan brand yang lebih melekat di hati konsumen. Usaha ini juga tentunya harus diimbangi dengan kegiatan marketing dan branding yang mengacu pada preferensi dan perilaku konsumen, serta bagaimana hobi kita dapat menjawab kebutuhan konsumen," ungkap dia.

Sumber : kompas

0 comments: