Menilik Coumboscuro, Desa Unik di Italia yang Warganya Justru Berbahasa Prancis

Jumat, Februari 04, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi desa di Italia. Foto: essevu/Shutterstock
Sebuah desa di Italia punya pemandangan tidak biasa karena penduduknya justru berbahasa asing. Meski berada di Italia, masyarakat Coumboscuro justru berbahasa Prancis.
Dikutip dari CNN Travel, dijuluki sebagai "Provence Kecil-nya Italia", Sancto Lucio de Coumboscuro adalah desa yang berada di dekat perbatasan antara Piedmont, Italia dan Perancis.



Meski memiliki julukan demikian, bahasa resmi masyarakat Coumboscuro adalah Provencal, yaitu dialek neo-Latin abad pertengahan kuno dari Occitan. Bahasa ini digunakan di seluruh wilayah Occitania, Prancis.
Coumboscuro tak hanya memiliki keunikan karena penduduknya yang berbahasa lain, tapi desa ini sendiri hanya dihuni sekitar 30 penduduk. Saking terpencilnya, desa ini pun memiliki kehidupan yang cukup lambat.

Desa Terpencil di Italia

Desa Coumboscuro merupakan desa yang cukup lambat hampir dalam segala hal, yang mana sebagian besar penduduknya berasal dari keluarga penggembala. Tak jarang ternak mereka diserang oleh gerombolan serigala liar.
"Saya terbiasa bangun subuh untuk menggembalakan domba. Saya bekerja 365 hari per tahun, tidak ada hari libur. Saya tidak mengenal Natal atau Malam Tahun Baru karena, bahkan selama perayaan, ternak saya perlu makan dan dirawat," kata seorang penggembala lokal bernama Garrone.


Tak sampai di situ, di desa ini listrik juga sering padam hingga berminggu-minggu selama musim dingin. Koneksi internet pun sangat terbatas.
Penduduk setempat menganut gaya hidup sederhana yang selaras dengan alam. Pemadaman listrik tidak menyebabkan kepanikan di sana. Sebab, mereka telah menyediakan lampu minyak di rumah masing-masing.

Daya Tarik Desa Coumboscuro



Berada di daerah terpencil, Coumboscuro memiliki bentang alam yang menakjubkan. Desa ini menawarkan pemandangan pegunungan yang hijau hingga padang rumput yang dipenuhi lavender ungu.
Menariknya lagi, kamu juga bisa menyaksikan pemandangan dari puncak Alpine yang membentang ke Cote d'Azur
Desa ini sangat tepat bagi traveler yang ingin menyendiri atau dekat dengan alam.
"Pengunjung dipersilakan untuk tinggal bersama kami. Kami membutuhkan orang untuk menemukan dunia kami. Kami tidak ingin dilupakan dan kami memiliki begitu banyak warisan untuk dibagikan," kata Garrone.
Hal menarik dari tempat ini adalah traveler seringkali terkejut apakah ia datang ke desa yang salah karena desa ini sama sekali tidak menggunakan bahasa Italia.
Untuk mencapai desa ini, wisatawan harus terbang ke Turin, lalu naik kereta api dan bus ke selatan Provence.

Sumber : kumparan.com

0 comments: