Mirip Barongsai, Seni Berokan Khas Indramayu Masuk WBTB Pemprov Jabar

Rabu, Februari 16, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Seni Berokan dari Indramayu menjadi salah satu warisan budaya tak benda di Jabar 2022 (Foto: Repro Majalah Indramayu Seru)

Bandung - Pemprov Jawa Barat (Jabar) menetapkan daftar warisan budaya tak benda (WBTB) untuk tahun 2022. Sebanyak 37 warisan, mulai dari kesenian hingga upacara adat. Salah satunya berasal dari Kabupaten Indramayu yaitu berokan.

Dikutip dari laman investasi.jabarprov.go.id, seni berokan asal Indramayu mirip dengan barongsai. Berokan selalu dipentaskan setiap Hari Raya Idulfitri, tepat setelah salat Idulfitri.

Berokan memiliki bentuk yang beragam, ada yang seram, ada juga yang lucu. Usai salat Idulfitri, seniman berokan keliling ke rumah warga.

Sebagian warga secara sukarela menyumbangkan beras dan lainnya. Seni berokan diiringi musik khas. Selain itu, ada juga pentas berokan yang dilakukan di panggung-panggung, tergantung permintaan.

Saat dipentaskan, berokan bisa datang ke penonton. Bahkan bisa mengejar penonton. Panggilan khusus agar berokan ini mengejar penonton adalah 'galak, gloak'.

Sumber lainnya dari Majalah Indramayu Seru edisi 2020 yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu menyebutkan, berokan disinyalir merupakan kesenian yang mengadaptasi seni asal China yaitu barongsai.

Di Indramayu asal-usul Berokan kerap dikaitkan dengan kisah Prabu Parikesit, yang pada saat memimpin kerajaan Amarta kondisi negaranya sedang mengalami kegoncangan keamanan dan wabah penyakit.

Singkat cerita, Parikesit memerintahkan anaknya membuat lukisan. Hingga akhirnya dibuatlah lukisan bertema hutan dan laut. Kemudian diberi nama Rongrong Barong.

Sementara itu, berokan memiliki makna barokah. Dan, dikenal juga oleh masyarakat Cirebon sebagai kode atau wujud lain daripada Macan Ali. Bentuk berokan yang bermuka macan dan berbadan kambing memiliki makna filosofis yaitu sekalipun menakutkan, sesungguhnya ia adalah seekor kambing yang penurut.

Versi lainnya dari para seniman berokan menyebutkan, seni asal Indramayu ini merupakan warisan dari Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina. Penguasa laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu.

Bentuk berokan sendiri memiliki wajah atau topeng yang terbuat dari kayu. Matanya besar. Umumnya wajahnya berwarna merah. Bajunya terbuat dari karung goni. Di bagian punggungnya berbahan kulit kambing.


Sumber : detik.com

0 comments: