Misteri Baru Klinting & Asal Usul Air Terjun Parang Ijo Karanganyar

Selasa, Februari 22, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



Solopos.com, KARANGANYAR – Wisata alam Air Terjun Parang Ijo di Kecamatan Ngargoyoso, KaranganyarJawa Tengah, memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan. Objek wisata ini biasa disebut sebagai surga tersembunyi di kaki Gunung Lawu.

Di balik pesona keindahan yang ditawarkan, air terjun ini memiliki kisah menarik tentang asal-usul penemuannya. Dikutip dari skripsi Ahmad Shobirin (2016) bertajuk Potensi dan Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Parang IJo di Kabupaten Karanganyar, ada kisah menarik yang patut diketahui.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNS Surakarta itu menceritakan bahwa kisah penemuan air terjun dimulai pada 1942. Kala itu di tempat tersebut terdapat pohon tua besar yang dianggap keramat bagi warga sekitar.

Pada suatu ketika dusun tersebut dilanda banjir besar yang dikenal dengan nama Baru Klinting. Hujan deras yang memicu banjir itu menyebabkan kerusakan.

Salah satunya menumbangkan dan membawa pohon keramat tersebut bersama arus banjir. Tetapi, pohon tersebut ternyata tetap berdiri tegak walau diterjang banjir dan mendapat tempat baru yang menempati sisi antara tebing (parang).

Baru Klinting

Keberadaan pohon itu pun memudahkan aliran air dari arus tebing menuju lembah melalui batangnya. Air yang mengalir di celah pohon itu membuat pohon semakin hijau.

Pada 1982 terjadi banjir Baru Klinting kembali yang melanda daerah ini dan menerjang pohon di antara parang itu. Hilangnya pohon menyebabkan aliran air yang awalnya melalui batang pohon kini terjun ke bawah tanpa perantara. Aliran air itu pun kemudian membentuk air terjun yang kini dikenal dengan nama Parang Ijo. Adapun maknanya adalah warna hijau di antara dua tebing.

Air Terjun Parang Ijo terletak di Dusun Munggur, Desa Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar. Air terjun ini berada di ketinggian kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan tinggi air terjun mencapai ±50 meter.

Akses menuju objek wisata alam di Karanganyar ini cukup mudah, sebab pihak pengelola telah membangun jalan setapak. Selama perjalanan menuju air terjun pengunjung disuguhkan pemandangan hijau yang mempesona.

Di obyek wisata alam air terjun ini terdapat fasilitas panggung terbuka, tempat parkir, dan juga kios atau warung pedagang minuman dan makanan. Untuk mengunjungi obyek wisata air terjun ini pengunjung hanya perlu membayar HTM sebesar Rp5.000/orang saja.

Pengunjung sudah dapat menikmati pemandangan air terjun dan pemandangan pohon yang dapat menghilangkan penat. Jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan di setiap tempat wisata alam.

Sumber : solopos

0 comments: