Motif Kim Jong-un di Balik 7 Uji Coba Rudal Korut Awal Tahun

Jumat, Februari 04, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Kim Jong-un mengintip uji coba rudal Korut. (via REUTERS/KCNA)

Jakarta, CNN Indonesia -- Selama Januari 2022, Korea Utara melakukan uji coba nuklir sebanyak tujuh kali. Menurut pengamat, Kim Jong-un berusaha keras memenuhi tujuan domestik dan pamer ke dunia soal keterlibatan mereka dalam perebutan kekuasaan dan mencari pengaruh.

"Dengan mengancam akan mengacaukan Asia sementara sumber daya global menipis di tempat lain, Pyongyang menuntut dunia membayar itu agar bertindak sebagai 'tenaga nuklir yang bertanggung jawab,'" ujar profesor Asosiasi Studi Internasional di Universitas Ewha Woman di Seoul, dikutip CNN, Senin (31/1).

Dalam uji coba tersebut meliputi rudal balistik jarak menengah (IRBM), rudal jarak jauh, dan rudal jelajah. Ketujuh uji coba nuklir itu salah satunya berpotensi menjadi senjata paling kuat di Bumi.


Uji coba itu sesuai dengan rencana Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang ingin menjadikan negaranya sebagai kekuatan, tak hanya bagi Korsel, tapi bagi musuhnya seperti Amerika Serikat.

IRBM bisa menjangkau wilayah pulau Amerika Serikat, Guam, di Samudra Pasifik.

Khawatir Pemerintah Baru Korsel
Di sisi lain, muncul kekhawatiran Kim soal kemungkinan perubahan pemerintahan di Seoul yang akan berlangsung Maret mendatang.

Partai Konservatif yang mengusung Yoon Suk Yeol, sebagai calon kandidat presiden, punya kesempatan menggulingkan partai demokrat yang saat ini berkuasa, dan digawangi Lee Jae-myung. Lee disebut akan menggantikan rekan satu partai Presiden Moon Jae-in jika terpilih.

Pengamat mengatakan, pemerintahan Yoon diperkirakan akan menerapkan kebijakan lebih keras terhadap Korea Utara, dibanding Lee.

Yoon bahkan sudah mencanangkan Korsel bisa saja menyerang lebih dulu jika merasa terancam atas tindakan Korea Utara, sebelum mereka mengalami kerugian besar.

"Saya kira itu sikap yang perlu kita miliki," kata Yoon pekan lalu.

Menurut profesor di Universitas Kookmin di Seoul, Andrei Lankov, jika Yoon memimpin, ia akan menolak pertemuan dengan rezim Kim. Hal ini berbeda dengan masa pemerintahan Moon, yang bisa diajak duduk bersama.

"Partai Konservatif adalah pendukung yang tidak terlalu keras dalam hubungan (Korsel dengan) Korea Utara karena mengabaikan fakta keberadaan negara Korea lain," tulis Lankov di website Valdai Club.

Kim mendapat perhatian dari Moon, karena Pyongyang melakukan uji coba nuklir IRBM pada Minggu (31/1) lalu.

Dalam pernyataan resmi Korea Selatan menyatakan, uji coba IRBM dianggap sebagai sinyal bahwa Korut tengah bersiap membatalkan penundaan (moratorium) uji rudal balistik antarbenua (ICBM) dan jenis lain.

Moratorium sempat membuat Korea Utara tak jadi sorotan internasional. Namun, uji coba rudal jarak jauh bisa membalikkan tren itu.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: