Padang Bulan, Potensi Budaya Datangkan Wisatawan ke Kota Batu

Kamis, Februari 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Batu - Seni budaya menjadi aset utama pariwisata Indonesia. Industri pariwisata harus bertumpu pada keunikan, kekhasan, dan kelokalan dari masing-masing daerah.
Untuk itu Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu terus menggali potensi budaya sehingga diharapkan bisa menarik perhatian dan mendatangkan kunjungan wisata ke Kota Batu.
Seperti pertunjukkan Padang Bulan yang digelar pada Rabu (16/2/2022) malam di Sendra Tari Arjuna Wiwaha yang dibawakan oleh puluhan pemain dari Sanggar Karsa Budaya.
Dalam pertunjukkan tari semi-drama tersebut nampak para pemain pria maupun wanita berlenggak-lenggok dengan iringan musik serta memiliki alur cerita yang cukup menarik yang mengedepankan budaya akar rumput asli Kota Batu yaitu Bantengan dan Jaran Kepang.
Bertema 'Budaya milenial, milenial berbudaya' harapan ke depan pertunjukan seperti tidak hanya menarik wisatawan namun bisa mencuri perhatian anak-anak muda agar bisa turut serta melestarikan budaya.
"Ini merupakan tarian semi-drama yang memiliki alur cerita dengan menggabungkan ragam seni yang ada seperti jaran kepang, bantengan, sanduk, dan sebagainya," ucap pembina Karsa Budaya, Agus Mardiyanto.

Begitu juga musik pengiring dikemas semi modern dan tradisional. Begitu juga kostum kreasi yang dipakai pemain yang cukup menarik karena mengedepankan kreatifitas.

"Lalu untuk durasi pertunjukan secara keseluruhan 30 menit. Persiapan yang kita lakukan 2 minggu, ini merupakan konsep yang kita matangkan. Dulu sebelum pandemi sekitar tahun 2019 pertunjukan ini pernah kita pertontonkan di Bali dan berhasil menjadi sajian terbaik dalam ajang Bali Art Center," bebernya.
Harapannya budaya di Kota Batu terus berkembang pesat karena mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata baik sarana prasarana maupun lainnya.
"Bisa dilihat sendra tari Arjuna ini bisa kita pakai untuk latihan secara gratis. Berbeda bila dibandingkan dengan Solo, seniman di sana harus menyewa tempat per jam Rp300 ribu untuk latihan maupun tampil. Tapi di Kota Batu tidak, semua gratis," ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan jika pihaknya memiliki keinginan besar membangkitkan kebudayaan sehingga bisa meraih kejayaan.
"Pertunjukan ini merupakan wujud semangat kami yaitu pemerintah dan seniman yang ada di Kota Batu untuk berkembang ke depan sehingga bisa memberikan edukasi hingga hiburan," katanya.
Karena Arief ingin budaya dan pengembangan secara terintegrasi ini bisa menjadi paket wisata yang bisa dijual oleh agen, asosiasi-asosiasi, dan pelaku wisata bisa menjualnya kepada wisatawan.
"Kota Batu adalah kota wisata yang cukup lengkap, tidak hanya destinasi alam, destinasi buatan, dan desa wisata. Sekarang juga ada wisata budaya, di Yogyakarta dan Bali ada, Kota Batu juga ada," ujarnya.
Ia ingin pertunjukan tersebut bisa dipentaskan secara komersial, seperti di Candi Prambanan, wisatawan yang ingin melihat harus membayar Rp175-450 ribu.

"Nanti di pentas Padang Bulan misalnya wisatawan dikenai biaya Rp50-70 ribu saja, tentu pelaku seni akan mendapatkan pendapatan yang bisa mereka kelola. Dinas berjanji akan menyiapkan semua pendukungnya dengan gratis agar pentas berjalan lancar dan seniman tidak terbebani," tegasnya.
Pasalnya Arief berkeinginan tahun 2022 ini budaya bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan dan mewujudkan target kunjungan 5 juta wisatawan.
"Ke depan ini akan kita gelar rutin dan bergiliran dan terbuka untuk pelaku seni asal Kota Batu. Semoga tahun ini target Wisatawan bisa tercapai meski pandemi masih terjadi," tutupnya.
Sumber : kumparan

0 comments: