Sejarah Valentine dan Perayaannya yang Unik di 3 Negara

Senin, Februari 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi Sejarah Valentine. (Foto: JacksonDavid by https://pixabay.com)

Setiap tanggal 14 Februari, sebagian besar masyarakat dunia merayakan Hari Valentine, khususnya Indonesia. Walaupun Hari Valentine merupakan perayaan adopsi dari budaya Barat, tetap tampaknya budaya tersebut telah melekat dalam masyarakat kita. Setiap bulan Februari hampir semua toko, mal, kafe, maupun butik akan sibuk untuk menghias tampilan ruangannya dengan kesan merah atau pink yang menjadi simbol Valentine. Namun di balik peringatan hari kasih sayang yang dilakukan setiap tanggal 14 Februari, seperti apa sejarah Valentine?


Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai sejarah Valentine sebagai hari kasih sayang setiap tanggal 14 Februari.

Mengenal Sejarah Hari Valentine

Ilustrasi Sejarah Valentine. (Foto: congerdesign by https://pixabay.com)
Dikutip dari buku Kado: Rite Gift for Rite Person yang ditulis oleh Miranda dan Ruwi Meita (2005: 72), sejarah Valentine termasuk masih misterius, mengingat banyak sekali versi seputar asal-usulnya. Hari Valentine sering dihubung-hubungkan dengan seorang martir bernama St. Valentine. Pada dasarnya, ada banyak versi mengenai santo yang kisah hidupnya diabadikan menjadi sebuah perayaan hari kasih sayang tersebut.
Alkisah pada waktu itu, Claudius II memandang para bujangan akan lebih kuat dalam berperang apabila masih bujangan dan belum memiliki tanggungan anak. Oleh karena itu, dia mengeluarkan perintah untuk melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah tersebut dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya dia dipenjarakan.
Dalam penjara, dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia kemudian mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine”. Akhirnya St. Valentine pun dijatuhi hukuman mati pada tanggal 14 Februari. Lalu, untuk mengingat dan menghormati dirinya yang dianggap sebagai simbol cinta, tokoh yang dikaitkan dengan sifat kasih sayang serta sanggup berkorban demi persahabatan, Pope Gelasius pada 496 Masehi menetapkan tanggal 14 Februari sebagai ‘St Valentine’s Day’.
Ketika merayakan Hari Valentine, standar kado di hari tersebut adalah coklat, mawar, pernak-pernik berbau cinta, boneka teddy bear, bantal berbentuk hati, kartu ucapan, dan sebagainya.
Dari berbagai kado tersebut, ada 3 negara yang merayakan Valentine's Day dengan cara yang unik, yaitu Jepang, Denmark, dan Inggris.

Pada perayaan Valentine's Day di Jepang, yang memberikan kado adalah perempuan kepada pria kekasih hati atau pria yang menjadi dambaannya. Sedangkan para pria yang mendapat kado di hari Valentine, membalasnya pada tanggal 13 Maret, yang dikenal dengan White Day.
Sumber : kumparan.com

0 comments: