Semangat Jualan Crepes, Kisah Kakek-Nenek Tunarungu Ini Viral

Kamis, Februari 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Tak pantang menyerah, pasangan kakek-nenek tunarungu ini giat menjalankan bisnis kedai makanannya. Menu crepes renyah buatan mereka ternyata viral dan banyak penggemar.

Keterbatasan fisik tidak selamanya menjadi penghambat kesuksesan. Asal memiliki niat yang teguh dan komitmen yang kuat, segalanya bisa dilakukan sekalipun dalam keterbatasan.

Bahkan beberapa orang tetap bekerja keras hingga masa tuanya. Menikmati pekerjaannya dan menjalankan bisnisnya dengan sepenuh hati membuat beberapa orang tetap senang walaupun harus melalui banyak kesulitan.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa penjual di kedai makanan yang tak jarang dikelola langsung oleh kakek dan nenek. Di Malaysia bahkan ada sepasang kakek nenek tunarungu yang kedainya menjadi andalan selama lebih dari satu dekade.

Mengutip Says (16/2), di kawasan Tanah Rata ada sebuah kedai makanan yang dioperasikan oleh seorang kakek dan nenek yang telah memasuki usia 70 tahun. Kedai miliknya ini dikenal dengan menu crepes renyah buatan rumahan yang punya banyak penggemar.

Kedai yang diberi nama Yong Teng Cafe ini telah hadir sejak lebih dari dua puluh tahun silam dan menyajikan menu Crispy Crepes. Di bagian atas crepes dilengkapi banyak pilihan topping berupa buah persik, strawberry, pisang, apel hingga es krim.

Adonan crepes yang memang sudah enak rasa aslinya juga banyak dipesan tanpa menggunakan topping. Rasa dari crepesnya ini dikenal tak pernah berubah sejak pertama kali mereka menyajikan menu crepes.

Berbeda dengan crepes yang bisa ditemukan di pusat perbelanjaan, crepes di sini disajikan secara tradisional. Adonan tepung yang ditambahkan irisan buah dimasak hingga kering dan disajikan di atas piring.

Layaknya kedai penyaji makanan tradisional khas Malaysia, ada juga pilihan makanan lainnya yang diakui rasanya selezat masakan di rumah. Ada nasi lemak, olahan mie, chicken chop, chi cong fan hingga beragam pilihan makanan lainnya.

Pemiliknya yang dikenal dengan nama Madam Teng dan suaminya, See Poh, dikenal oleh pelanggannya memiliki keterbatasan berupa tunarungu dan tunawicara. Untuk memesan di sini para pengunjung akan diberikan kertas untuk menuliskan pesannya dan pelanggannya juga bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau gestur tubuh.

Menurut keterangan dari para pelanggannya, keduanya selalu tampil bersemangat dan sangat pekerja keras. Tetapi jika datang ke sini pelanggan harus bersabar karena sesekali kedai akan sangat ramai dan pelayanan hanya dilakukan oleh keduanya.

Setiap harinya kedai Yong Teng Cafe buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 dengan seluruh pelayanan dan penyiapan makanannya dilakukan oleh Madam Teng dan suaminya saja. Tetapi menurut informasi yang dipublikasi oleh Free Malaysia Today, kedua pasangan kakek nenek ini berencana akan menutup kedainya dan pensiun dari kegiatan yang dilakukannya selama berpuluh-puluh tahun.

Sumber : detik.com

0 comments: