The Real Sultan! Raffi Ahmad Mau Terjun di Bisnis Pengolahan Daging Rp 75 M

Senin, Februari 07, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Aktor Raffi Ahmad dikabarkan akan menginvestasikan uangnya untuk membangun pabrik pengelolaan daging sapi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Dari komunikasi kami, Insya Allah mereka (Raffi Ahmad) tetap berinvestasi," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Khairul Akbar dilansir detikcom dari Antara, Senin (7/2/2022).

Dia menjelaskan, Raffi Ahmad tertarik memanfaatkan Rumah Potong Hewan (RPH) di STP Banyumulek di Kabupaten Lombok Barat sebagai pabrik pengolah daging sapi menjadi sejumlah produk, seperti sosis, nugget dan produk olahan sapi lainnya.

"Nilai investasinya itu sampai Rp 75 miliar dan jika ini jadi mereka akan memotong sapi 50 sampai 100 ekor sehari. Nama atau merek produknya ini juga unik 'Saffi Ahmad'," sambung Khairul Akbar.

Dia menerangkan ketertarikan Raffi Ahmad membuat pabrik pengolah daging sapi itu sudah disampaikan saat bertemu Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Jakarta pada November 2021 lalu.

"Bukti seriusnya Raffi Ahmad itu, timnya sudah turun survei lapangan dan saat ini mereka sedang analisa. Tinggal kita menunggu waktu saja. Mudah-mudahan proyek ini jadi," jelasnya.

Khairul menyampaikan pihaknya tidak khawatir untuk menyuplai kebutuhan sapi pabrik Raffi Ahmad. Sebab, jumlah populasi sapi di NTB sebanyak 1,3 juta ekor yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kebutuhan daging terbesar berada di Pulau Lombok, namun karena ketersediaan sapi masih kurang, pemenuhan kebutuhan daging didatangkan dari Pulau Sumbawa.

"Di tahun 2022 ini, kuota pengiriman ternak dari Pulau Sumbawa ke Lombok itu sebanyak 44 ribu ekor. Tetapi untuk izinnya, tidak sembarangan bisa masuk hewan ternak kecuali ada izinnya. Itu khusus untuk ternak pejantan saja," sambung Khairul Akbar.

Selain pengiriman di dalam provinsi, sapi asal NTB juga dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia. Tahun ini kuota pengiriman sapi asal NTB sebanyak 16.500 ekor, utamanya dari Bima dengan kuota pengiriman sebanyak 12 ribuan ekor.

"Ini untuk pengembangan usaha penggemukan di Bima, jadi petani dan pelaku usaha membeli ternak mereka dan dibawa ke Jakarta sebagai ternak kurban. Jadi kuota itu khusus untuk kurban dan dikirim melalui tol laut," paparnya.

Sementara itu, rata-rata konsumsi daging di NTB sekitar 6,5 kilogram per kapita per tahun. Kebutuhan daging di dalam daerah sudah terpenuhi dengan stok sapi yang dimiliki.

Sumber : detik.com

0 comments: