Tips Hamil: Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender

Jumat, Februari 04, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https://unsplash.com/@shyshkina - cara menghitung masa subur dengan kalender
Salah satu tips untuk hamil adalah dengan mengetahui cara menghitung masa subur dengan kalender. Peluang hamil bisa dilihat dengan menghitung masa subur atau waktu ovulasi.
Kalkulator masa subur dengan kalender dapat membantu memprediksi waktu masa subur, dengan melacak lamanya siklus haid selama beberapa bulan. Melansir dari Buku Pintar Ibu Hamil, Tim Naviri, 2011, menghitung masa subur bisa dibilang cara paling simpel untuk menambah peluang kehamilan.

Tips Hamil: Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender

Masa subur wanita berkisar di sekitar waktu ovulasi. Kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi. Lantas, bagaimana sih cara menghitung masa subur?

Kalender Ogino Knaus
Bagi Anda yang ingin menghitung masa subur, bisa menggunakan metode yang satu ini. Caranya adalah:
  • Catat tanggal haid selama 6 hingga 12 bulan terakhir.
  • Setelah diketahui, kurangi 18 hari dari siklus haid tersingkat selama 6 bulan untuk menentukan awal masa subur.
  • Selanjutnya, kurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang untuk menentukan akhir masa subur.
Contoh:
Setelah dilakukan pencatatan siklus haid selama kurang lebih enam bulan, diketahui bahwa siklus terpanjang adalah 31 hari dan terpendek 26 hari. Maka: 31-11=20 hari, 26-18=8 hari
Jadi, perkiraan masa subur berlangsung pada hari kedelapan hingga hari ke-20.
Ciri Masa Subur
Selain cara di atas, ada juga ciri masa subur yang perlu kita ketahui. Indikator-indikator ini bisa membuat Anda tahu kondisi diri Anda sedang berada dalam hari paling subur. Berikut ciri-cirinya.
1. Lendir dari Mulut Rahim
Perubahan lendir ini menandai perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh. Kondisi ini juga menjadi tanda apakah ovulasi segera terjadi. Lendir ini biasanya berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah ketika berada dalam masa subur.

2. Lebih Bergairah
Masa subur juga bisa ditandai dengan perasaan yang lebih bergairah. Sebagian wanita biasanya mengalami hal ini, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat mengalami masa subur.
3. Suhu Basal Tubuh Meningkat
Suhu basal artinya suhu tubuh ketika bangun di pagi hari. Normalnya suhu basal 35,5–36,6 derajat Celsius. Meningkatnya suhu basal ini bisa menandai kalau tubuh sedang mengalami ovulasi.
4. Nyeri pada Perut atau Bagian Punggung
Nyeri ringan hingga berat pada bagian perut atau salah satu bagian punggung, juga bisa menandai masa subur. Pasalnya, beberapa wanita merasakan hal ini di sekitar masa ovulasinya.
Demikian cara menghitung masa subur dengan kalender, semoga membantu. (DNR)

Sumber : kumparan.com

0 comments: