Tips Melindungi Anak dari Omicron, Tak Hanya Divaksin!

Sabtu, Februari 19, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Anak divaksin Covid-19 (Foto: VCU health system)

DI tengah lonjakan kasus Omicron seperti saat ini, para orangtua harus lebih waspada terhadap kesehatan anak-anak mereka. Sebab, anak-anak menjadi kelompok rentan terpapar Omicron, terlebih anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Menurut Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, anak-anak di bawah 5 tahun belum layak menerima vaksin Covid-19, sehingga menempatkan mereka pada kelompok rentan terpapar Omicron.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi pun menyatakan bahwa kenaikan kasus positif Omicron pada anak itu terjadi, meski angkanya tidak begitu tinggi. Kasus anak terpapar Omicron didominasi oleh klaster keluarga.

"Kebanyakan kasus anak terpapar Omicron itu karena orangtuanya. Infeksi Omicron yang tidak menyebabkan gejala serius membuat beberapa orangtua abai pakai masker di rumah dan ini membahayakan anak mereka," terang Siti Nadia, belum lama ini.

Karena itu, para orangtua perlu tahu bagaimana upaya terbaik menjaga anak-anak dari paparan Omicron. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tips lindungi anak dari Omicron:


1. Divaksin Covid-19

Vaksinasi anak yang diberlakukan di Indonesia memperbolehkan anak usia 6 tahun ke atas menerima vaksin Covid-19. Vaksin terbukti melindungi anak dari keparahan penyakit jika terinfeksi Covid-19 

"Vaksinasi juga melindungi anak dari risiko multisystem inflammatory syndrome (MIS)," terang dr Jennifer Kwan, dokter keluarga di Burlington, Ontario, dikutip dari Today's Parent, Jumat (18/2/2022).

MIS sendiri adalah kondisi peradangan yang jarang namun serius yang dapat mengancam nyawa anak-anak, dan anak-anak yang tidak divaksin berisiko tinggi mengalami MIS.

"Infeksi Covid-19 pada anak juga berisiko memicu diabetes atau long Covid-19," tambah dr Kwan.

2. Orangtua disarankan divaksin

Dicku Budiman meminta kepada setiap orangtua untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Baginya, itu amat berarti untuk keselamatan anak-anak di rumah dari Omicron, khususnya pada bayi dan anak di bawah 5 tahun yang belum bisa disuntik vaksin 

"Vaksin yang diterima orangtua bukan hanya melindungi orangtua, tetapi menjaga anak-anak dari risiko terpapar Omicron karena terbentuk kekebalan dalam rumah. Jadi, vaksinasi orangtua itu menyelamatkan si anak dari Omicron," terang Dicky Budiman, belum lama ini.

3. Upgrade masker anak

Anak-anak juga membutuhkan masker. Di situasi gelombang Omicron ini, para orangtua disarankan untuk memastikan masker terbaik untuk anak-anak.

"Hal utama yang perlu diperhatikan adalah ukuran masker pas di wajah si anak, jangan kebesaran karena ini tidak memberikan manfaat perlindungan," terang dr Janine McCready, dokter spesialis penyakit menular di Toronto.

Jenis masker yang direkomendasikan dokter adalah masker N95 atau KN95. Jika masker jenis tersebut dirasa sulit untuk ditemukan atau terlalu mahal, Anda bisa mengandalkan masker medis khusus anak.

"Kalau masker medis juga susah diakses, Anda bisa andalkan masker 3 lapis sekali pakai," tambah dr McCready.

4. Batasi orang yang kontak dengan si anak

Menurut dr McCready, membatasi siapa saja orang yang kontak langsung dengan si anak menjadi poin penting yang perlu diperhatikan untuk melindungi buah hati dari risiko terpapar Omicron.

"Membatasi kontak si anak di luar sekolah akan meminimalkan risiko dia terpapar Omicron," katanya.

"Saya juga menyarankan untuk tidak membiarkan si anak melepas masker di dalam ruangan, apalagi bermain dengan teman sebayanya di dalam ruangan tanpa masker," tambahnya.

5. Kelola stres anak

Memahami tanda-tanda si anak mengalami stres di masa gelombang Omicron juga penting untuk dilakukan orangtua. Ini demi menjaga kestabilan kesehatan mental si anak yang berdampak pada kekuatan sistem imun tubuh mereka.

"Jadilah orangtua yang terbuka dengan anak, sehingga dia bisa bercerita tentang hal apapun. Jangan kemudian bikin si anak lebih nyaman curhat di media sosial karena ini malah meningkatkan risiko kecemasan yang memengaruhi kesejahteraan kesehatan si anak," terang Profesor Psikologi di Roosevelt University Chicago, Steven Meyers, dikutip dari WebMD.


Sumber : okezone.com

0 comments: