5 Penyebab Manchester United Disingkirkan Atletico Madrid dari Liga Champions 2021-2022, Nomor 1 Cristiano Ronaldo

Rabu, Maret 16, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Berikut 5 penyebab Manchester United disingkirkan Atletico Madrid dari Liga Champions 2021-2022. (Foto: REUTERS/Phil Noble)

SEBANYAK 5 penyebab Manchester United disingkirkan Atletico Madrid dari Liga Champions 2021-2022 akan dibahas dalam artikel ini. Secara mengejutkan, Manchester United kalah 0-1 dari Atletico Madrid dalam laga leg II 16 besar Liga Champions 2021-2022 yang dilangsungkan di Stadion Old Trafford, Rabu 16/3/2022) dini hari WIB.

Kekalahan ini membuat Manchester United kalah agregat 1-2, mengingat di leg I agregat sama kuat 1-1. Lantas, apa saja penyebab Manchester United disingkirkan Atletico Madrid?

5. Jan Oblak Gemilang

Jan Oblak

Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, tampil gemilang di laga kali ini. Tercatat, kiper berpaspor Slovenia itu membuat lima penyelamatan.

Bayangkan jika Oblak gagal menyelamatkan dua peluang di antaranya, Manchester United bakal memenangkan pertandingan. Karena itu, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone layak berterima kasih kepada Jan Oblak.

4. Renan Lodi Jadi Pembeda

Renan Lodi

Selain Jan Oblak yang tampil gemilang, Renan Lodi juga muncul sebagai pembeda. Fullback kiri berpaspor Brasil ini tak hanya kukuh dalam bertahan, tapi juga aktif saat menyerang.

Terbukti gol kemenangan Atletico Madrid dicetak Renan Lodi pada menit 41, memanfaatkan umpan silang Antoine Griezmann. Laman statistik Whoscored memberikan Lodi nilai 7,9, hanya kalah dari Oblak (8,4).

3. Harry Maguire

Harry Maguire

Harry Maguire terus menjadi sorotan. Kali ini Harry Maguire menggagalkan kesempatan Cristiano Ronaldo mencetak gol. Di menit 65, Manchester United berpotensi menyamakan kedudukan dalam situasi sepak pojok.

Cristiano Ronaldo yang dalam posisi bebas bak merasakan Deja vu, yakni mencetak gol via sundulan layaknya di laga kontra Tottenham Hotspur. Namun, saat ingin melompat, Cristiano Ronaldo justu ditabrak Harry Maguire. Jika saja tidak ditabrak, bukan tak mungkin Cristiano Ronaldo membuat skor sama kuat 1-1.

2. Mentalitas Ralf Rangnick

Ralf Rangnick

Ralf Rangnick bisa dibilang jarang tampil di fase gugur Liga Champions. Pencapaian terbaik Ralf Rangnick hanya membawa Schalke 04 ke semifinal Liga Champions 2010-2011. Bahkan, saat itu Ralf Rangnick baru membesut Schalke 04 di babak perempatfinal.

Karena itu, secara mentalitas Ralf Rangnick kurang akrab dengan atmosfer fase gugur Liga Champions. Alhasil ketika Manchester United tertinggal, Rangnick seperti panik. Ia sampai-sampai melakukan lima pergantian pemain! Hal itu berbeda dengan Diego Simeone yang hanya melakukan tiga pergantian pemain.

1. Cristiano Ronaldo Melempem

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo tampil melempem. Sepanjang laga, Cristiano Ronaldo gagal mencetak satu shot on target pun! Sepanjang karier sepakbolanya, ini merupakan yang ketiga Cristiano Ronaldo melakukan hal serupa di ajang Liga Champions.

Menurut @OptaJoe, Cristiano Ronaldo gagal mencetak shot on target saat Manchester United bertemu Panathinaikos pada November 2003. Momen kedua saat Real Madrid bersua Barcelona di leg II semifinal Liga Champions 2010-2011.

Selain itu, ini juga yang pertama kalinya tim Cristiano Ronaldo dikalahkan Atletico Madrid di fase gugur Liga Champions. Sebelumnya, Cristiano Ronaldo selalu membawa timnya mengalahkan Atletico Madrid di final Liga Champions 2013-2014, final Liga Champions 2015-2016, semifinal Liga Champions 2016-2017 dan 16 besar Liga Champions 2018-2019.


Sumber : okezone.com

0 comments: