Alumni UNS Pasti Tahu! Kisah Mistis Makam Nyah Rewel nan Legendaris

Senin, Maret 28, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Solo - Kawasan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dikenal memiliki tempat-tempat yang menyimpan kisah legendaris. Salah satunya kawasan yang sampai saat ini dikenal memiliki cerita mistis, makam Nyah Rewel.

Makam ini berada tepat di depan Gedung A Fakultas Kedokteran atau di belakang papan nama Fakultas Kedokteran. Makam itu berbentuk seperti rumah dan ada lorong untuk masuk ke bawah. Di bawahnya akan ditemukan cor batu (buk) yang biasa digunakan duduk.

Sampai sekarang, kondisinya masih terjaga. Meskipun, tidak lagi seramai beberapa tahun silam, di mana lokasi tersebut banyak didatangi mahasiswa untuk sekedar nongkrong atau mengerjakan tugas.

Keberadaan makam itu bisa didatangi melalui jalan utama Fakultas MIPA menuju ke Fakultas Kedokteran. Nantinya, akan terlihat sebuah bangunan layaknya cungkup makam.

"Sampai sekarang kondisinya masih sama dengan tahun 1980 saat saya bekerja di Fakultas Kedokteran. Dulu sempat ada yang gempil-gempil (cuil), tapi sudah diperbaiki," terang salah satu staf Fakultas Kedokteran, Maryono saat ditemui detikJateng di kampus, baru-baru ini.

Maryono menambahkan, dirinya pernah masuk ke kawasan makam itu. Ada dua bagian yang bisa didatangi. Pertama di bagian atas dan kemudian ada semacan lorong ke bawah.

"Di dalamnya ada tempat duduk dan meja, mungkin dulu buat duduk keluarganya. Itu satu makam, cuma kayak masuk, ada terowongan, ada batu untuk duduk, di bawahnya ada petinya," urainya.

Selama menjadi staf di bagian administrasi, Maryono mengaku tidak pernah mengalami kejadian ganjil atau seram. "Sejak 1987 saya ditugaskan di sini tiap malam melintasi jalan di depan makam juga tidak pernah mengalami apa-apa, cuma merinding saja," ungkapnya.

Meski begitu, Maryono mengaku pernah mencium bau semacam wewangian di makam itu. "Kalau sekarang tidak pernah. Sekarang, cuma bau wewangian saja kalau pas hari-hari tertentu," imbuhnya.

Makam tak bisa dipindah-penampakan perempuan
Maryono mengatakan, Nyah Rewel bukanlah warga Indonesia. Ia merupakan bagian dari warga Tionghoa yang makamnya tidak dipindahkan dari kawasan UNS.

Maryono menyebut, konon makam tersebut sempat akan dipindah, namun tidak bisa. "Nyah Rewel bukan orang sini, iya warga China, tinggal satu makam yang tidak bisa dipindah. Dulu katanya mau dipindahkan tapi tidak bisa," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Kentingan yang juga Satpam di UNS, Sunarto (57) menceritakan, bahwa kawasan UNS sebelumnya memang ada permakaman Tionghoa dan Jawa.

"Dulunya UNS ini ada perkampungan dan makam-makam. Sebelah timur Gunung Kendil sampai ke utara itu makam China semua, kemudian di sebelah barat ada persawahan," urainya.

Ke sisi barat lagi ada perkampungan warga yang juga ada makamnya. Suradi tidak mengetahui begitu jelas mengenai asal muasal nama Nyah Rewel itu.

Hanya saja, dirinya cukup sering mendengar ada yang mengalami hal-hal mistis ketika ada di tempat itu. "Ya kalau cerita-cerita banyak yang mempunyai pengalaman soal itu, tapi kalau saya sendiri belum pernah malahan," urainya.

"Seluruh makam sudah dipindahkan, dulu ayah saya yang memindahkan makam-makam itu, saya juga ikut memindahkan. Saat itu saya kira-kira umur 10 tahun, masih kelas SD," imbuh Sunarto.

Sunarto juga menceritakan mengenai hal-hal mistis lain yakni adanya perempuan yang mengenakan busana khas Tionghoa berjalan-jalan di depan gedung rektorat.

"Tapi kejadian itu pas tahun 1980an, karena dulu kan kondisi kampus juga masih sepi. Setiap pukul 01.WIB, 02.00 WIB ada perempuan yang berpakaian China jalan-jalan di depan gedung rektorat," katanya.

Diwawancara terpisah, salah satu staf Humas UNS Haryono mengatakan, dirinya pernah menolong salah seorang pengantar makanan yang terjatuh di kawasan itu.

"Itu kejadiannya pagi-pagi sekira pukul 08.00 WIB, saya menolong pengantar makanan yang nabrak pohon di kawasan itu. Katanya saat melintas ada nenek-nenek yang nyegat, sehingga dia terpaksa lurus hingga akhirnya nabrak pohon dan kakinya patah," ucapnya.

Cerita di balik nama Nyah Rewel
Salah satu warga Kentingan, Sabar Gorky (50), mengatakan keberadaan makam Nyah Rewel itu sudah ada sejak lama. Sebelum dibangun kampus, tempat tinggalnya bahkan berdekatan dengan makam Nyah Rewel.

"Rumah saya dulu di samping makam itu, menurut saya tidak ada yang menakutkan biasa saja. Waktu kecil saya sering bermain di dalamnya, karena di bagian bawah itu memang ada ruangan yang cukup besar dan dulunya sering digunakan untuk bersembunyi, bahkan saat perang, "paparnya kepada saat ditemui detikJateng di rumahnya, Sabtu (26/3).

Mengenai nama Nyah Rewel sendiri, Sabar menyampaikan, hal itu tidak berkaitan dengan mistis atau bahkan ada roh maupun hantu yang suka jahil terhadap manusia.

"Dari cerita yang saya dapatkan dari ibu saya Bu Sariyem almarhum, rewel itu dikarenakan saat pembangunan makam itu sering diganti-ganti. Atau tidak sekali bangun selesai, kemudian muncul sebutan Nyah Rewel itu," bebernya.

Dimintai konfirmasi terkait makam Nyah Rewel ini, Kepala UPT Humas dan Media UNS Dhedy Whinata, mengaku tak mengetahuinya. Dirinya hanya tahu terkait keberadaan makam di lokasi tersebut.

"Iya tahu tempatnya, tapi saya tidak mengetahui ceritanya," ujarnya singkat.

Sumber : detik.com

0 comments: