Faktor Pendorong Kerjasama Antar Negara ASEAN dan Hasilnya

Rabu, Maret 16, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Apa saja faktor pendorong kerjasama antar negara ASEAN? Foto: Kemenlu RI
ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi yang didirikan dengan tujuan menyejahterakan negara-negara di Asia Tenggara. Untuk mewujudkannya, terciptalah berbagai kerja sama di antara negara-negara tersebut. Kegiatan ini juga didukung dengan banyaknya faktor pendorong kerjasama antar negara ASEAN.
 
Itu sebabnya, setiap kerja sama tersebut dapat menghasilkan manfaat untuk negara-negara yang terlibat di dalamnya. Umumnya, kerjasama yang dilakukan tidak hanya dalam salah satu bidang, tetapi juga berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, pariwisata, dan lainnya.
Ingin tau lebih banyak apa saja faktor pendorong kerjasama antar negara ASEAN? Simak terlebih dahulu informasi di bawah ini.

Sejarah Terbentuknya ASEAN

ASEAN terdiri dari beberapa negara, salah satunya Indonesia. Foto: Freepik
Menurut laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, sejarah terbentuknya ASEAN dimulai pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Saat itu, ada lima negara yang mengikuti deklarasi, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Setiap negara mengirimkan wakilnya untuk ikut berkontribusi dalam deklarasi tersebut. Berikut wakil dari kelima negara yang mengikuti deklarasi.
  • Indonesia diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri, Adam Malik.
  • Malaysia diwakilkan oleh Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan dan Menteri Pembangunan Nasional, Tun Abdul Razak.
  • Filipina diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri, Narciso Ramos.
  • Singapura diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri, S. Rajaratnam.
  • Thailand diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri Thailand, Thanat Khoman.
Deklarasi yang diikuti berisikan tentang pendirian perhimpunan bangsa-bangsa untuk kerja sama negara di Asia Tenggara. Adapun asas dan tujuan dari didirikannya organisasi ASEAN menurut isi Deklarasi Bangkok, di antaranya:
Asas ASEAN
  • Saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan persamaan dari semua anggota.
  • Mengakui hak setiap bangsa untuk hidup bebas dari campur tangan pihak luar.
  • Tidak mencamputi urusan dalam negeri masing-masing anggota.
  • Menyelesaikan perselisihan secara damai.
Tujuan ASEAN
  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di Asia Tenggara.
  • Memajukan stabilitas dan perdamaian regional Asia Tenggara.
  • Memajukan kerja sama aktif dan bantuan bersama di antara negara-negara anggota di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
  • Menyediakan bantuan satu sama lain dalam bentuk fasilitas latihan dan penelitian.
  • Kerja sama yang lebih besar di bidang pertanian, industri, perdagangan, pengangkutan, dan komunikasi serta peningkatan standar kehidupan rakyatnya.
  • Memajukan studi-studi masalah Asia Tenggara.
  • Memelihara dan meningkatkan kerja sama yang bermanfaat dengan organisasi-organisasi regional dan internasional yang ada.
Kini, negara anggota ASEAN sudah semakin bertambah dengan total sepuluh negara di dalamnya, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Kerja Sama Negara Asia Tenggara 

Kerja sama negara Asia Tenggara dapat dilakukan dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, dan lainnya. Foto: kumparan
Sejak dibentuk pada 8 Agustus 1967, ASEAN terus mengupayakan kerja sama di berbagai bidang dengan negara-negara di sekitarnya. Mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial budaya. Lantas, apa saja kerja sama negara Asia Tenggara dalam berbagai bidang? Berikut informasinya.
a. Bidang Politik
1. Perjanjian kawasan bebas nuklir
Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara ditandatangani pada KTT ASEAN di Bangkok, Thailand pada tanggal 15 Desember 1995. Tujuannya untuk melucuti senjata nuklir secara menyeluruh dan mendorong perdamaian dan keamanan internasional.
2. Traktat persahabatan dan kerja sama (TAC)
Menyadur laman Kementerian Luar Negeri RI, TAC ditandatangani pada tahun 1979 dengan tujuan untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara.
3. Pengiriman duta dan konsulat
Duta merupakan wakil negara dalam bidang politik dan pemerintahan. Sementara itu, konsulat adalah wakil dalam bidang perdagangan atau yang lainnya. Adanya duta dan konsulat diperlukan untuk berdiskusi dan menjalankan peran sertanya.
b. Bidang Ekonomi
1. ASEAN Free Trade Area (AFTA)
Perdagangan bebas atau ASEAN Free Trade Area (AFTA) mencakup pengelolaan sektor produksi lokal di negara ASEAN. Tujuan dari kerja sama ini untuk meningkatkan daya saing negara ASEAN di pasar produksi dunia.
2. ASEAN Industrial Cooperation (AICO)
ASEAN Industrial Cooperation (AICO) merupakan kerja sama di bidang ekonomi antar negara ASEAN. Kerja sama tersebut mencakup sejumlah proyek industri, seperti pupuk yang ada di daerah Aceh-Indonesia dan Malaysia.
c. Bidang Sosial Budaya
1. Committe on Social Development (COSD)
Menurut buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 6 karangan Christiana Umi, COSD atau Komite Pengembangan Sosial. Beberapa program ini dijalankan dengan sosial budaya negara-negara ASEAN. Contohnya, peningkatan kesehatan, pertukaran budaya-seni, dan penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata.
2. The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO)
SEAMEO atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Asia Tenggara yang bertujuan untuk memajukan kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayana di daerah Asia Tenggara.

Faktor Pendorong Kerja Sama Antar Negara ASEAN

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap kerja sama yang dilakukan memiliki faktor pendorong di dalamnya. Menurut buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VIII yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut faktor pendorong kerja sama antar negara ASEAN, yakni:
1. Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam
Kesamaan sumber daya alam antara beberapa negara dapat mendorong terbentuknya kerja sama antar negara. Contohnya ada beberapa negara penghasil minyak bumi membentuk suatu kerja sama yang diberi nama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).
Perbedaan sumber daya pangan di setiap negara ASEAN juga melahirkan kerja sama. Indonesia mengekspor hasil pertanian ke Singapura. Indonesia juga mengimpor beras dari Myanmar dan Thailand untuk memenuhi kebutuhannya.
2. Kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis)
Karena kesamaan letak geografis, beberapa negara di suatu kawasan pada umumnya mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan warga. Contohnya negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara membentuk kerja sama melalui organisasi ASEAN.

Hasil Kerja Sama ASEAN

Dari kerja sama yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN, ada beberapa hasil kerja sama yang tercapai. Mengutip buku Pelajaran Ekonomi SMP Kelas 3 karangan Bambang Prishardoyo, berikut hasil kerja sama ASEAN.
Hasil kerja sama di bidang ekonomi
1. Mendirikan proyek industri di ASEAN, yakni:
  • Pabrik abu soda di Thailand
  • Pabrik mesin diesel di Singapura
  • Pabrik superfosfat di Filipina
  • Pabrik pupuk urea di Indonesia dan Malaysia
2. Membentuk dana devisa bersama bagi negara-negara anggota yang memerlukan. Dana ini diatur dalam ASEAN Swap Arrangement.
3. Menyelenggarakan preferensi perdagangan di antara negara-negara anggota ASEAN, yaitu menentukan tarif yang rendah untuk beberapa jenis barang hasil produksi negara-negara ASEAN. Tujuannya untuk memperlancar pemasaran.
4. Mencegah terjadinya pajak berganda.
Penggunaan satelit Palapa bersama oleh negara anggota ASEAN.
6. Menyusun program bersama di bidang pangan, khususnya beras.
7. Peran pihak swasta diperluas dan diperbesar.
8. Mendirikan pusat-pusar penelitian, di antaranya:
  • Pusat penelitian ilmu pengetahuan alam dan matematika di Manila
  • Pusat penelitian pertanian di Filipina
  • Pusat penelitian dan latihan biologi tropika di Bogor, Indonesia
  • Pusat penelitian dan latihan bahasa Inggris di Singapura
  • Pusat penelitian dan latihan ilmu pengobatan daerah tropika di Bangkok, Thailand
Hasil kerja sama di bidang sosial budaya
1. Temu karya pemuda ASEAN
2. Kunjungan muhibah dan misi kebudayaan
3. Kerja sama dalam penanggulangan masalah penduduk, masalah narkotika
4. Pertukaran acara radio dan televisi internasional anggota ASEAN
5. Pertukaran wartawan ASEAN


Sumber : kumparan.com

0 comments: