Menelisik Mitos Angker di Jembatan Cirahong

Jumat, Maret 11, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Tasikmalaya - Keberadaan jembatan kereta api Cirahong, yang menghubungkan wilayah Manonjaya (Kabupaten Tasikmalaya) dengan Pawindan (Kabupaten Ciamis), selama ini dikenal memiliki banyak cerita mistis.

Salah satu kisah mistis yang cukup populer di Jembatan Cirahong adalah tentang sepasang pengantin yang dijadikan tumbal dengan cara dikubur hidup-hidup di beton penyangga jembatan. Konon pasangan pengantin itu diculik dan diikat, kemudian dilempar hidup-hidup serta dikubur campuran beton.

"Itu cerita mitos tidak jelas sumbernya, tak mungkin sekejam itu hanya demi tumbal," kata Bekri (50), warga sekitar Jembatan Cirahong, Kamis (10/3).

Dia mengatakan mitos yang berkembang itu bisa menjadi menyesatkan. "Kalau menurut seorang masinis senior, yang terkubur dalam pondasi beton itu adalah pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Jumlahnya tidak diketahui, hanya ketika proses pengecoran ada pekerja pribumi yang jatuh, lalu tertimbun coran" tutur Bekri.

Dia menjelaskan kisah-kisah mitos yang berkembang di Cirahong mayoritas hasil rekaan untuk keperluan konten media sosial. "Dulu pernah ada yang membuat boneka mirip kuntilanak, kemudian diterbangkan menggunakan drone. Direkam video, jadi ramai. Padahal itu bohong," ucap Bekri mengungkapkan.

Bekri mengaku sejak 1992 tinggal menetap dan membuka warung di mulut Jembatan Cirahong. Namun, selama itu pula dia tidak pernah melihat adanya penampakan hantu.

"Kalau penampakan belum pernah, tapi kalau orang kesurupan ada beberapa," ujar Bekri.

Jembatan Peninggalan Zaman Belanda
Bekri pernah membuktikan mitos yang menyebutkan kalau memukul tiang beton Jembatan Cirahong tiga kali akan ada penampakan. "Dulu waktu zaman togel, saya bersama seorang teman pernah memukul fondasi, lalu berbicara meminta nomor togel. Ada petunjuk nomor yang didapat, tapi dipasang tidak tembus (menang). Yang ada malah teman saya kesurupan," tutur Bekri.

Meski kerap dikesankan sebagai tempat yang angker, Bekri dan warga setempat lainnya tidak pernah merasa terganggu atau berniat menegur. "Malam-malam ada yang buat video atau melakukan ritual, kami biarkan saja. Saya malah senang, warung jadi ramai. Tapi soal kebenaran tempat ini angker banyak penampakan, saya bisa pastikan banyak bohongnya," kata Bekri seraya mengakui beberapa kejadian bunuh diri di lokasi membuat isu keangkeran Cirahong semakin kuat.

Dia mengaku lebih senang dengan pihak yang melakukan penelitian ilmiah terkait konstruksi atau penelusuran sejarah pembangunan Jembatan Cirahong. "Saya lebih suka kalau ada orang-orang pintar yang meneliti sejarah. Saya lebih senang bahkan jika harus mengantar menjelajah ke bawah pun saya antar," ujar Bekri.

Menelisik bangunan Jembatan Cirahong dapat diketahui data teknis jembatan ini memiliki nomor register BH 1290. Bentangan jembatan sepanjang 202 meter melintasi Sungai Citanduy.

Uniknya jembatan ini mempunyai dua geladak, bagian atas digunakan untuk jembatan rel kereta api sementara bagian bawahnya bisa dilalui sepeda motor. Sebelumnya mobil pun bisa lewat, tapi seiring penurunan kekuatan jembatan, kini hanya sepeda motor yang boleh melintas. Jembatan ini menjadi jalur alternatif Ciamis-Tasikmalaya.

Jembatan ini dibangun pada 1893 atau saat zaman kolonial Belanda. Jembatan ini merupakan bagian dari pembangunan sistem transportasi kereta api yang dibangun Belanda untuk kepentingan penjajahan. Mulai dari penunjang kepentingan ekonomi, pemerintahan, jalur distribusi hasil bumi hingga militer.

Sumber : detik.com

0 comments: