Thailand: Negara Asia Tenggara yang Tidak Pernah Dijajah?

Selasa, Maret 15, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Bendera Thailand Sumber: Pexels
Pada zaman dulu hampir seluruh negara di Asia Tenggara pernah dijajah oleh bangsa Eropa, yakni Malaysia-Myanmar dijajah oleh bangsa Inggris, Vietnam-Laos - Kamboja dijajah oleh bangsa Prancis dan Indonesia dijajah oleh Belanda.
Berdasarkan beberapa sumber mengatakan bahwa Thailand zaman dulu merupakan kerajaan yang cukup makmur dan pusat perekonomiannya berada di sekitar sungai Chao Phraya yang menjadi salah satu pusat perdagangan dunia pada masa itu. Logikanya jika berdasarkan dengan pernyataan tersebut seharusnya Thailand merupakan sasaran empuk bagi negara penjajah.
Lantas, mengapa Thailand menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang bebas dari penjajahan Eropa? Berikut 4 alasan mengapa Thailand terbebas dari penjajahan. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

1. Adaptasi dan Modernisasi yang Cepat

Thailand, atau saat itu masih disebut dengan nama Siam, cepat beradaptasi ketika negara-negara tetangganya dijajah oleh Barat, di mana Siam di Sandwiched dengan Burma (atau sekarang Myanmar) yang dijajah oleh Inggris dan Indochina Prancis (atau sekarang menjadi Vietnam, Laos dan Kamboja) yang dijajah oleh Prancis.
Raja Rama IV dan penerusnya, Raja Rama V, melakukan modernisasi yang cepat untuk membuat Siam menjadi negara yang "setara" dengan Barat. Modernisasi ini dimulai pada tahun 1852.
Modernisasi dilanjutkan dengan mengganti pendidikan Siam dengan pendidikan gaya Eropa, menambahkan geografi dan astronomi modern. Pelajaran geografi adalah salah satu langkah paling pasti bagi orang Siam untuk mengenal negara dari Barat sebelum negara tersebut datang ke Siam.

2. Perjanjian Browing

Pada tahun 1854, Gubernur John Browning dari Hong Kong, yang saat itu merupakan koloni Inggris, datang ke Siam untuk merundingkan sebuah perjanjian. Perjanjian ini sebenarnya sangat menguntungkan Inggris dan merugikan Siam, namun merupakan langkah untuk menghindari kolonialisme.
Perjanjian ini menghapus monopoli pajak kerajaan atas perdagangan luar negeri, menghilangkan bea impor, dan memperkenalkan undang-undang yang membuat warga negara Inggris di Siam tunduk pada hukum Inggris.
Perjanjian ini memasukkan Siam ke dalam ekonomi dunia, meskipun merugikan kerajaan, di mana pajak dan bea impor merupakan sumber pendapatan utamanya. Belakangan, Siam menjadi pasar barang-barang manufaktur dan investasi dari negara-negara barat, dan Siam juga mengekspor terutama produk beras, timah, dan kayu jati.

3. Buffer State

Saat itu, Siam masih buffer state (atau dalam bahasa Indonesianya negara penyangga). Awal mula Siam sebagai negara penyangga dimulai ketika hubungan antara Siam dan Inggris sangat erat karena faktor perdagangan saat itu. Sementara itu, Prancis berencana memperluas wilayahnya dengan merebut seluruh Siam.
Prancis kemudian menawarkan untuk membagi Siam menjadi dua dengan Inggris, tetapi perjanjian diplomatik ditandatangani pada tahun 1896 untuk mempertahankan kemerdekaan Siam dan Siam menjadi negara penyangga antara Prancis dan Inggris.

4. Berpartisipasi dalam Perang Dunia I

Pada tahun 1917 Siam menyatakan perang terhadap Jerman dan Austria-Hongaria. Deklarasi perang ini dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan dari Inggris dan Prancis, yang telah menyatakan perang terhadap negara tersebut.
Dengan partisipasi Siam, Siam memenangkan kursi di Konferensi Perdamaian Versailles pada Januari 1919. Siam juga mengirim tentara yang mengenal dan memahami teknik perang Barat ke Prancis untuk bertugas di Front Barat.
Nah, itulah beberapa alasan mengapa Thailand tidak pernah dijajah oleh bangsa mana pun. Kesimpulannya, kombinasi modernisasi dan diplomasi menjadi alasan mengapa Thailand tidak terjajah. Namun nyatanya, Thailand juga mendapat tekanan dan pengaruh dari negara-negara Barat saat itu, terutama Inggris dan Prancis.

Sumber : kumparan.com

0 comments: